Dewasa ini kata “dosa” semakin jarang untuk didengar, baik oleh orang-orang Kristen maupun non-Kristen. Dalam berbagai gereja, kotbah-kotbah didominasi dengan tema berkat, mujizat atau kemahakuasaan Allah. Tema-tema seperti ini memang disukai oleh sebagian jemaat, karena “memuaskan telinga mereka” (2Tim 4:3). Dalam satu tahun jemaat hanya beberapa kali mendengarkan kotbah tentang dosa, keadilan, kekudusan Allah atau yang semacam ini.
Di luar gereja, situasinya juga hampir sama. Gerakan Jaman Baru yang sarat dengan filsafat agama Timur kuno memandang dosa hanya sebagai sebuah ilusi. Menurut ajaran ini problem manusia yang terbesar bukanlah dosa, tetapi ketidaksadaran bahwa manusia sebenarnya adalah allah. Dalam bidang psikologi, berbagai penyimpangan seksual sekarang hanya disebut sebagai kecenderungan belaka dan hal ini terserah pada sikap atau pilihan masing-masing orang. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita kadangkala lebih suka menggunakan kata-kata yang lembut untuk tindakan yang secara Alkitab jelas berdosa, misalnya anak yang kurang hormat kepada orang tua dilabeli “anak yang kritis”, anak yang nakal malah disebut “anak yang kreatif”, dsb.
Situasi di atas jelas akan mempengaruhi cara pandang orang modern terhadap dosa. Orang akan menganggap dosa yang mereka lakukan sebagai hal yang biasa dan tidak terlalu serius. Mereka tidak sadar bahwa problem terbesar manusia sebenarnya adalah dosa. Dosalah yang membuat seluruh dunia menjadi kacau dan penuh penderitaan (Kej 3:16-19).
Penyelidikan Alkitab mandiri
- Apakah Saudara pernah bertemu atau hidup bersama dengan orang yang Saudara anggap paling saleh? Apakah orang itu tidak memiliki kelemahan atau kesalahan apapun?
- Tuliskan dosa-dosa yang Saudara lihat dalam sehari ini!
- Dari sisi usia pelaku, apakah dosa-dosa itu dilakukan oleh anak kecil, remaja/pemuda atau orang tua?
- Dari sisi waktu dan tempat, kapan dan di mana dosa-dosa tersebut dilakukan?
- Apakah di dunia ini ada orang yang tidak pernah berbuat dosa? (Mzm 14:3; 1Raj 8:46; Pkt 7:20; Ams 20:9; Rom 3:23)
- Bacalah Yakobus 3:2 dan 1Yohanes 1:8. Siapakah yang dimaksud dengan “kita” dalam dua ayat ini? Berdasarkan dua ayat ini, apakah ada hamba Tuhan yang kebal terhadap dosa?
- Apakah Saudara dapat menyebutkan beberapa tokoh Alkitab lain yang walaupun adalah orang benar ternyata tidak bisa lepas dari kesalahan atau dosa?
- Bagaimana dengan pernyataan Paulus di Filipi 3:6 dan Gal 1:14? Apakah hal ini menunjukkan bahwa Paulus tidak pernah berdosa (Rom 3:20; 1Tim 1:13, 15)? Jadi, apakah maksud pernyataan Paulus bahwa dia menaati Taurat tanpa cacat?
- Bacalah Yohanes 8:34, Roma 3:9b dan Roma 6:17, 20. Sebutkan gambaran yang dipakai untuk orang berdosa dalam teks-teks tersebut! Apakah arti dari gambaran itu?
Penerapan konkrit
- Tuliskan semua kesalahan yang pernah Saudara lakukan selama ini yang telah diubah oleh Kristus!
- Tuliskan dosa yang sampai sekarang masih sulit untuk Saudara lepaskan! (secara umum saja)
Tugas selama seminggu
Doakanlah orang yang dekat dengan Saudara yang masih hidup dalam dosa atau yang menganggap dirinya sudah cukup saleh. Doakan agar Roh Kudus menginsyafkan dia tentang dosa-dosanya (Yoh 16:8).
Rangkuman
- Orang-orang duniawi cenderung bersikap lunak terhadap dosa.
- Semua manusia adalah orang berdosa.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Roma 3:23 “sebab semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah”

