Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah berdosa (tentu saja daam hal ini ada perkecualian, yaitu Tuhan Yesus, 2Kor 5:21; Ibr 4:15; 7:26; 1Pet 2:22; 3:18; 1Yoh 3:5). Bagaimana kita dapat menjelaskan fenomena yang bersifat universal ini? Mengapa tidak ada satu pun yang mampu kebal terhadap dosa?
Sebagian orang mencoba menjelaskan hal tersebut dengan melihat dosa sebagai akibat dari lingkungan yang buruk. Menurut mereka, seseorang berdosa karena dia melihat orang lain berdosa. Dosa dihasilkan dari peniruan terhadap kesalahan orang lain.
Penjelasan di atas tidak dapat dibenarkan, baik secara logis maupun Alkitabiah. Secara logis, jika A meniru B, B meniru C, dst., maka kita akan sampai pada orang berdosa pertama yang melakukan suatu dosa tanpa meniru orang lain. Di samping itu, kita perlu menanyakan darimana lingkungan yang buruk itu berasal. Bukankah lingkungan ini terbentuk karena perbuatan dosa juga? Jadi, lebih dulu mana: dosa atau lingkungan yang buruk?
Secara Alkitabiah, penjelasan tersebut juga tidak tepat. Alkitab memang mengajarkan bahwa lingkungan yang buruk memiliki pengaruh terhadap seseorang (Yes 6:5; 1Kor 15:33), namun hal itu tidak menjelaskan seluruh masalah yang ada. Pengaruh lingkungan hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja, bukan semua orang. Pengaruh lingkungan juga bersifat tidak mutlak, karena ada orang-orang tertentu yang mampu hidup benar di tengah lingkungan yang rusak (Kej 6:8-9; 2Pet 2:7).
Menurut Alkitab, semua manusia berdosa karena mereka diwakili oleh Adam. Ketika Adam melanggar perintah Allah (Kej 2:17; 3:1-6), kesalahannya diperhitungkan sebagai kesalahan semua manusia, karena Adam adalah perwakilan dari semua manusia. Adam adalah kepala perjanjian yang mewakili seluruh umat manusia. Roma 5:19a “oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa”.
Penyelidikan Alkitab mandiri
Ambilah waktu sekitar 10 menit untuk membaca Roma 5:12-21 secara teliti. Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini sesuai dengan teks yang baru dibaca.
- Ketika Paulus menyatakan keberdosaan semua manusia, dia memakai bentuk kalimat lampau “semua manusia telah berdosa” (Rom 5:12; band. Rom 3:23). Benarkah semua manusia – termasuk bayi-bayi yang mati dalam kandungan maupun orang-orang yang belum lahir ke dunia – telah berdosa? Dalam arti apakah mereka disebut “telah berdosa” padahal mereka belum mampu melakukan tindakan dosa yang konkrit?
- Di ayat 13-14 Paulus menjelaskan bahwa sebelum ada Hukum Taurat yang diberikan melalui Musa, dosa sudah ada di dalam dunia, tetapi tidak (belum) diperhitungkan. Walaupun dosa mereka belum diperhitungkan, tetapi akibat dosa mereka – yaitu kematian – sudah ada dari jaman Adam sampai Musa. Bagaimana fakta tentang kematian semua orang sebelum adanya Hukum Taurat mendukung pandangan Paulus bahwa semua orang telah berdosa di dalam Adam karena diwakili olehnya?
- Sebagian orang menganggap konsep Paulus di Roma 5:12-21 sebagai sesuatu yang tidak adil. Mereka berkilah, “mengapa kesalahan orang lain (Adam) harus diperhitungkan sebagai kesalahanku?”. Bagaimana kita meresponi sanggahan ini dalam kaitan dengan apa yang Yesus lakukan bagi kita (ayat 18-19)?
- Apakah Alkitab memberikan beberapa contoh lain tentang kesalahan seseorang yang ditimpakan pada orang-orang lain yang diwakili atau berada di bawah otoritas orang itu (Kel 20:5;Yos 7:24-25; 2Sam 24:10, 15)? Sebutkan hubungan perwakilan yang ada dalam contoh-contoh ini!
- Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah pernah ada seseorang yang bersalah dan dihukum, tetapi hukuman tersebut tidak membawa dampak negatif apapun bagi orang lain (termasuk keluarganya)?
- Apakah bayi yang di dalam kandungan bebas dari dosa (Kej 8:21; Mzm 51:7; 58:4)? Bagaimana hal ini turut menegaskan keberdosaan semua manusia di dalam Adam?
- Dalam Hosea 6:7a tertulis “seperti Adam, mereka telah melanggar perjanjian” (NIV/NASB). Perjanjian apakah yang dibuat Allah dengan Adam (Kej 2:17)? Bagaimana Adam melanggar perjanjian itu (Kej 3:1-6)?
- Dalam kasus kejatuhan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, siapa yang lebih dahulu melakukan dosa (Kej 3:1-6)? Siapa yang pertama kali dimintai pertanggungjawaban oleh Allah (Kej 3:9-10)? Mengapa?
Penerapan konkrit
Belajarlah untuk menceritakan tentang hal-hal positif dan negatif apa yang dapat diceritakan kepada orang lain termasuk pengalaman berhasil atau gagal dalam disiplin rohani. Setelah itu, mulai mendoakan orang-orang yang disekitar kita.
Tugas selama seminggu
Setiap anggota memikirkan minimal dua contoh tentang “konsep perwakilan” yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana kegagalan dalam menjalankan peran tersebut dapat mempengaruhi orang-orang lain yang diwakili.
Rangkuman
- Semua manusia melakukan dosa karena mereka sudah berdosa di dalam Adam. Jadi, dosa aktual (perbuatan dosa yang dilakukan) berasal dari dosa asal (dosa yang kita warisi dari Adam).
- Dosa asal diperhitungkan kepada semua orang karena Adam adalah perwakilan (kepala perjanjian) bagi semua orang.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Roma 5:19 “jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar”

