Bagaimana Allah Menciptakan Manusia?

Bagaimana Allah menciptakan manusia? Dalam kalimat yang lain, apakah keunikan penciptaan manusia? Menjawab pertanyaan tersebut, Kitab Kejadian pasal yang pertama dan kedua menceritakan kisah penciptaan yang begitu unik. Pertama, karena penciptaan manusia bersifat lebih personal. Pada saat Allah menciptakan yang lain dalam alam semesta, selain manusia, maka Allah menciptakan dengan mengatakan “jadilah terang”, “jadilah cakrawala” dan seterusnya. Di dalam bahasa Inggris biasanya dikatakan “let there be light” dan sebagainya. Tetapi pada waktu Allah menciptakan manusia di dalam Kejadian 1:26 ada nuansa yang lebih personal. Di sana Allah tidak mengatakan “jadilah” tetapi Allah mengatakan “Baiklah Kita”. Pernyataan itu seolah-olah ada suatu dialog di dalam diri Allah. Ini menunjukkan betapa manusia itu diciptakan berbeda dengan makhluk yang lainnya. Manusia diciptakan secara lebih personal.

Kedua, di dalam Kejadian 2:5-7, sisi personal dari penciptaan manusia ini juga akhirnya terlihat kembali yaitu pada saat Allah menciptakan Adam. Setelah Allah membentuk Adam dari tanah liat, Allah lalu menghembuskan nafas-Nya kepada Adam. Penghembusan nafas ini menunjukkan sesuatu yang personal karena menunjukkan sesuatu yang istimewa dari penciptaan lainnya. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk hidup berbeda dengan penciptaan binatang sebagai makhluk hidup. Tidak ada binatang yang dihembusi nafas Allah. Hanya manusia yang dihembusi nafas Allah yang menunjukkan kedekatan, bahkan menunjukkan keintiman antara Allah dengan manusia.

Pokok pikiran di atas menunjukkan bagaimana Allah menciptakan manusia atau keunikan penciptaan manusia adalah karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah di dalam Kejadian 1:26-27. Setelah Allah mengatakan “Baiklah kita menjadikan manusia”, maka di sana dikatakan “menurut gambar dan rupa kita”. Hal itu kemudian diulang kembali di Kejadian 1:27 dan selanjutnya. 

Pembacaan lebih saksama menunjukan bahwa kitab Kejadian 5:1 dan 3 serta pasal 9:6, maka kita akan menemukan bahwa esensi manusia yang membedakan dari makhluk yang lain adalah manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sekali lagi ini menunjukkan perbedaan penciptaan makhluk-makhluk lain pada waktu diciptakan. Misalnya pada waktu Allah menciptakan binatang-binatang maka dikatakan mereka diciptakan menurut jenisnya. Binatang-binatang diberkati untuk berkembang biak menurut jenisnya masing-masing tetapi manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. 

Ketiga, apa yang menjadi keunikan penciptaan manusia adalah karena manusia diciptakan untuk menguasai bumi. Di Kejadian 1:26 dikatakan “Baiklah kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita supaya manusia berkuasa”. Dalam ayat yang ke-28 Allah memberkati manusia dan berkata berkembang biaklah, bertambah banyak, penuhilah bumi, dan taklukkanlah itu. Frasa tersebut tujuannya adalah manusia berkuasa atas bumi, atas segala binatang melata di seluruh muka bumi. 

Jadi Allah menciptakan manusia itu bukan hanya untuk berkembang biak. Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk bertambah banyak dan memenuhi bumi. Binatang juga diciptakan untuk bertambah banyak dan memenuhi bumi tetapi bedanya adalah manusia diciptakan untuk menguasai bumi. Dengan kata lain manusia diberi mandat Allah menguasai bumi. Pemilik segala sesuatu telah memberikan mandat, memberikan tugas kepada manusia supaya manusia yang menguasai muka bumi dapat mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi sesuai dengan kehendak dari pencipta-Nya.

Keempat, apa keunikan penciptaan manusia adalah manusia diberi kehendak bebas. Di dalam Kejadian 2:16-17, setelah Adam dan Hawa diletakkan di taman Eden, di sana Allah memberikan perintah supaya Adam memelihara taman itu mengusahakan taman itu. Selain itu juga ada sebuah larangan untuk memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. 

Adanya larangan dan peringatan di sana, sama sekali Allah tidak meniadakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Artinya, sebetulnya Allah tidak menjadikan manusia sebagai robot. Manusia diberi kehendak bebas supaya manusia bisa memilih apakah mau menaati Allah atau tidak. 

Dan inilah keunikan manusia, karena manusia memiliki kehendak bebas sekaligus manusia juga dituntut untuk bertanggung jawab atas setiap pilihan dan tindakannya. Karena itu setiap tindakan yang tidak bermoral dari manusia akan membawa konsekuensi secara moral. Hal inilah yang membedakan dengan tindakan di antara binatang yang melakukan kanibalisme di antara binatang sama sekali tidak mengandung unsur moral. Tetapi di dalam kehidupan umat manusia yang menyalahgunakan kehendak bebasnya mengandung sisi moral karena manusia diciptakan menurut gambar Allah dengan kehendak bebas.

Semua keunikan-keunikan tersebut seharusnya membuat kita bersyukur bahwa kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang spesial di hadapan Tuhan. Kiranya kita bisa belajar lebih mengasihi diri sendiri mengasihi orang lain sebagai gambar dan rupa Allah.