Anugerah Keselamatan Yang Besar

Allah telah menunjukkan anugerah-Nya yang besar ketika Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (Yoh 3:16). Semua ini bahkan dilakukan-Nya ketika kita masih lemah, berdosa dan menjadi musuh Allah (Rom 5:6, 8, 10a). Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Allah telah mengasihi kita sebelum kita bisa mengasihi Dia (1Yoh 4:10). Sungguh suatu anugerah yang sangat besar!

Apa yang dilakukan di atas ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Jika Allah berhenti pada salib Kristus saja, maka salib itu niscaya akan menjadi sia-sia. Orang berdosa tidak akan mampu memahami hal-hal yang rohani (1Kor 2:14). Pikiran mereka sia-sia dan pengertian mereka gelap (Ef 4:17-18). Pikiran mereka telah dibutakan oleh illah jaman ini sehingga mereka tidak mampu percaya kepada injil (2Kor 4:3). Mereka akan memandang salib sebagai sebuah kebodohan dan batu sandungan (1Kor 1:23). Mereka adalah orang-orang yang mati di dalam dosa (Ef 2:2), sehingga mereka tidak akan pernah bisa meresponi Allah. Tidak ada seorang pun di antara orang berdosa yang mengerti dan mencari Allah (Rom 3:11).

Mereka baru akan percaya kepada salib Kristus kalau Allah memberikan anugerah khusus kepada mereka. Yesus sendiri berkata, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:44) dan “Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya” (Yoh 6:65). Salah satu contoh yang paling jelas tentang hal ini adalah pertobatan Lidia. Kisah Para Rasul 16:14 menceritakan bahwa “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan (NASB/NIV “meresponi”) apa yang dikatakan oleh Paulus”.

Anugerah yang diberikan Allah di atas merupakan perubahan yang bersifat radikal dan internal. Hal ini memang sudah dijanjikan Allah sejak dahulu. Ulangan 30:6 “dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup”. Yeremia 31:33 “tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku”. Yehezkiel 36:26 “kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (juga Yeh 11:19-20).

Penyelidikan Alkitab mandiri

  1. Bagaimana orang yang mati di dalam dosa akhirnya dapat meresponi panggilan Allah (Yoh 3:3-8; 2Kor 5:17; Ef 2:4-5, 10; Kol 2:13; 1Pet 1:3)?
  1. Apakah peristiwa di atas murni anugerah Allah ataukah manusia memiliki andil di dalamnya (Ef 2:4-5; Yak 1:18, kata “menjadikan kita” secara hurufiah berarti “melahirkan kita”; band. KJV/NIV)? Jelaskan!
  1. Apakah kita tahu proses dan waktu dari kelahiran baru yang kita alami (Yoh 3:8)? Apakah hal ini dapat memberikan dukungan tambahan kepada kita tentang kepasifan kita dalam kelahiran kembali? Jelaskan!
  1. Bagaimana orang berdosa dapat menerima injil dan mengakui Yesus sebagai Tuhan (Kis 10:44; 1Kor 12:3)?
  1. Berdasarkan semua penjelasan di atas, duluan manakah: iman atau lahir baru/diciptakan kembali (lihat juga Yoh 3:5; 1Yoh 5:1 “setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir [secara hurufiah “telah dilahirkan] dari Allah”? Jelaskan!
  1. Apakah iman mula-mula kepada Yesus (dalam dunia teologi sering disebut “initial faith”) merupakan usaha kita sendiri sehingga dapat dikatakan bahwa kita turut berperan dalam keselamatan kita (Rom 4:5; Ef 2:8-9; Flp 1:29)? Mengapa?
  1. Apakah ilustrasi berikut ini benar? Jelaskan! — orang berdosa dapat digambarkan sebagai seorang yang jatuh ke laut dan tidak dapat berenang. Ketika ia sudah sangat lemah, sebuah kapal dan penumpang di dalamnya segera melemparkan tali atau pelampung ke dekat orang yang hampir tenggelam tersebut. Supaya selamat, orang itu harus memegang tali/pelampung itu dengan sekuat tenaga, sehingga dia dapat ditarik ke luar dari air dan diberi pertolongan di atas kapal.

Penerapan konkrit

Apakah Anda percaya memiliki andil dalam keselamatan (dalam arti dia menganggap bahwa kemampuan beriman adalah hasil usaha manusia). Jika iya, apakah ada perubahan sikapnya terhadap diri sendiri atau Allah setelah Anda tahu yang sebenarnya. Apakah Anda merasa lebih nyaman (damai/bersyukur) ataukah justru terganggu (merasa tidak berjasa apapun).

Tugas selama seminggu

Berdoalah dengan penuh iman untuk orang yang selama ini kita anggap “keras hati”. Imanilah bahwa tidak ada hati yang keras yang tidak dapat diubah oleh Allah. Jika Allah sudah menarik dia, maka dia pasti akan datang kepada Kristus. 

Rangkuman

  1. Karya Kristus di atas kayu salib tidak akan bermakna apa-apa jika Allah tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan orang percaya.
  2. Cara Allah mengaplikasikan karya penebusan tersebut adalah melalui proses kelahiran kembali/penciptaan kembali, sehingga orang berdosa yang sudah mati dapat hidup kembali dan memilih Kristus.

Ayat emas yang harus dihafalkan

Efesus 2:4-5 “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan”