Manusia tidak mungkin diselamatkan karena perbuatan baik dan hanya melalui iman, manusia bisa diselamatkan. Kita juga sudah belajar bahwa orang berdosa tidak mampu beriman dengan kekuatan sendiri. Iman adalah pemberian Allah. Hari ini kita akan membahas pertanyaan: Bagaimana Allah menganugerahkan iman kepada orang berdosa? Bagaimana cara Allah memberikan iman di hati kita? Ada dua cara yang dipakai Allah: melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita, dan melalui pemberitaan Injil Yesus Kristus.
Pekerjaan Roh Kudus
Jika kita membaca misalnya di dalam 1 Korintus 2:4-5, di sana Rasul Paulus mengatakan demikian:
“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.”
Jadi Rasul Paulus tidak mau menyampaikan firman Tuhan dengan hikmat dan kefasihan manusia, karena dia tidak mau iman jemaat Korintus didasarkan pada hikmat manusia. Iman sejati seharusnya didasarkan pada kekuatan Roh, pada kekuatan Allah. Jadi bagaimana Allah mengaruniakan iman di dalam hati kita? Melalui pekerjaan Roh Kudus di hati kita.
Namun, Roh Kudus bekerja bukan hanya secara misterius dan tidak terkendali. Dia bukan hanya bekerja tanpa isi apa-apa. Alkitab juga mengajarkan bahwa Roh Kudus bekerja di dalam hati kita melalui pemberitaan Injil Yesus Kristus. Keselamatan membutuhkan pendengaran terhadap firman Allah.
Pemberitaan Injil
Dalam Roma 10:14 Rasul Paulus berkata:
“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”
Lalu ia melanjutkan:
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)
Roh Kudus bekerja menumbuhkan firman kebenaran itu di dalam hati kita, sehingga tidak mungkin ada orang yang mengaku bahwa dia diselamatkan oleh Roh Kudus tetapi dia tidak pernah mendengar Injil Yesus Kristus. Atau sebaliknya, tidak ada orang yang percaya kepada Injil Yesus Kristus tanpa pertolongan Roh Kudus di dalam hatinya.
Iman kita bisa ada karena Allah mengaruniakannya kepada kita melalui pemberitaan Injil dan melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita. Rasul Paulus menegaskan dalam 1 Korintus 12:3:
“Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: ‘Terkutuklah Yesus!’ dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.”
Tidak ada seorang pun yang bisa beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus di dalam hidupnya. Roh Kudus bekerja menumbuhkan Injil dan firman kebenaran itu di dalam hati kita.
Panggilan Efektif oleh Roh Kudus
Pekerjaan Roh Kudus yang mempertobatkan orang percaya ini, dalam istilah teologi dikenal dengan nama “panggilan efektif” (effectual calling). Panggilan yang efektif bukan hanya panggilan yang biasa, yang didengar oleh telinga, tetapi panggilan yang membawa efek/dampak. Pekerjaan Roh Kudus dalam panggilan efektif bisa dirangkum menjadi empat hal:
- Menyadarkan orang atas dosa-dosa mereka.
- Kisah Rasul 2:37 mencatat bahwa Roh Kudus menyadarkan orang-orang berdosa tentang dosa mereka.
- Membuka mata rohani orang-orang yang berdosa.
- Dalam Kisah Rasul 26:18, dikatakan bahwa Allah membuka mata rohani orang-orang yang selama ini berada di dalam kegelapan.
- Memperbaharui kehendak orang berdosa.
- Yehezkiel 11:19 menyatakan bahwa Roh Kudus Allah bekerja memperbaharui dan memulihkan kehendak seseorang dari yang sebelumnya keliru dan condong kepada kejahatan.
- Memampukan orang berdosa menerima Injil.
- Kisah Rasul 16:14 mencatat bahwa Tuhan melembutkan hati orang yang mendengar Injil, sehingga mereka bisa percaya kepada Injil.
Kesadaran Saja Tidak Cukup
Tidak cukup hanya disadarkan tentang keberdosaan. Banyak orang yang menyesali dosanya, tetapi tidak bertobat. Banyak orang yang menyadari bahwa dia adalah orang berdosa, tetapi hidupnya justru berujung kepada keputusasaan. Menyadari keberdosaan kita tidaklah cukup. Dibukakan mata untuk melihat keadaan yang sebenarnya juga tidak cukup, karena ada banyak orang yang mungkin akan membenarkan dirinya dan tidak mengakui kesalahannya.
Kehendak orang diperbaharui juga tidak cukup, karena pembaharuan yang sejati hanya terjadi kalau orang itu menerima Injil. Jadi, sekali lagi, Allah mengaruniakan iman kepada orang berdosa melalui pemberitaan Injil yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Roh Kudus mengerjakan firman kebenaran di dalam hati orang berdosa.
Kesimpulan: Iman Adalah Pemberian Allah
Jika saudara dan saya bisa percaya kepada Injil yang benar dan mendapat jaminan hidup kekal, itu bukan karena usaha kita, tetapi karena anugerah Tuhan yang baik bagi kita. Dia mengutus Roh-Nya untuk mengerjakan Injil Yesus Kristus di dalam hati kita, sehingga kita bisa percaya dan selamat.
Sebagai orang percaya, kita harus bersyukur karena keselamatan kita bukan bergantung pada kekuatan kita sendiri, tetapi pada kasih karunia Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya dan membagikan Injil kepada orang lain agar mereka juga mengalami kasih dan anugerah-Nya.

