Apakah panggilan efektif hanya diberikan kepada umat pilihan? Apakah hanya orang-orang pilihan Allah yang mendapatkan panggilan secara efektif? Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita perlu membedakan dua macam panggilan yang sering dibahas dalam dunia teologi, yaitu panggilan biasa dan panggilan efektif.
Panggilan biasa merupakan pemberitaan Injil yang disampaikan kepada semua orang. Namun, tidak semua orang yang mendengar Injil menerimanya. Hanya sebagian orang yang benar-benar percaya dan menerima Injil dengan sungguh-sungguh. Mereka yang menerima Injil itulah yang mengalami panggilan secara efektif.
Panggilan Efektif dan Umat Pilihan
Apakah Allah hanya memanggil secara efektif orang-orang pilihan-Nya? Ataukah semua orang dipanggil Allah secara efektif? Jika kita melihat realita dalam pemberitaan Injil, tidak semua orang yang mendengar Injil meresponinya dengan benar. Ini menunjukkan bahwa panggilan efektif tidak terjadi pada semua orang.
Dalam Kisah Rasul 13:48 dikatakan:
“Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”
Dari ayat ini, kita bisa melihat dua poin penting:
- Semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal pasti percaya.
- Ini berarti tidak ada satu pun dari mereka yang telah ditetapkan Allah sejak kekekalan untuk diselamatkan yang akhirnya gagal untuk menerima keselamatan.
- Penentuan Allah mendahului iman seseorang.
- Pemilihan dan penentuan Allah atas seseorang terjadi lebih dahulu daripada iman atau kepercayaan orang itu. Semua yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal pada akhirnya menjadi percaya.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa Allah hanya memanggil secara efektif orang-orang yang telah Dia tetapkan untuk hidup yang kekal. Sejak awal, Allah telah melakukan pemilihan dan penentuan sejak kekekalan. Setelah itu, Dia memastikan bahwa rencana-Nya tidak akan gagal, dengan mengutus Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib dan mengirim Roh Kudus untuk melembutkan hati orang berdosa agar mereka bertobat.
Keberatan dan Respons Teologis
Jawaban ini mungkin terasa sulit diterima karena banyak orang berpikir secara psikologis dan emosional dibandingkan secara teologis berdasarkan firman Tuhan. Secara perasaan, kita mungkin lebih nyaman jika semua orang mendapatkan panggilan secara efektif dan akhirnya diselamatkan. Namun, apa yang nyaman bagi kita belum tentu benar menurut Alkitab.
Allah punya alasan tertentu untuk tidak memilih semua orang. Jika semua orang dipilih, maka konsep “pemilihan” tidak akan memiliki makna sama sekali. Namun, ini bukan berarti Allah tidak adil. Jika kita melihatnya dari perspektif yang benar, seharusnya semua orang berdosa menuju kebinasaan. Namun, karena anugerah-Nya, Allah menyelamatkan sebagian dari mereka. Inilah yang menunjukkan kemurahan Allah bagi umat manusia.
Kesimpulan: Anugerah dan Pemilihan Allah
Kita perlu memahami bahwa Allah adalah Tuhan yang berdaulat dalam keselamatan. Dia memanggil secara efektif orang-orang yang telah Dia pilih sejak kekekalan. Meskipun doktrin ini terasa berat bagi sebagian orang, kita harus menerimanya berdasarkan firman Tuhan.
Sebagai orang percaya, kita seharusnya bersyukur karena kita telah menerima panggilan yang efektif. Ini bukan hasil usaha kita sendiri, melainkan anugerah Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita tetap setia dalam iman, mengandalkan Tuhan sepenuhnya, dan memberitakan Injil kepada semua orang, karena kita tidak tahu siapa yang telah Allah pilih untuk menerima panggilan efektif-Nya.

