Bagaimana Kita Tahu Seseorang Dipilih?

Bagaimana kita bisa tahu bahwa seseorang dipilih Allah sejak kekekalan untuk diselamatkan di dalam Kristus Yesus? Jawabannya adalah kita tidak pernah bisa mengetahui pikiran Allah sejak kekekalan. Siapa saja yang Allah pilih sejak kekekalan dan siapa saja yang Dia biarkan di dalam keberdosaan mereka, kita tidak pernah bisa mengetahuinya. Namun, bukan berarti tidak ada petunjuk. Alkitab memberikan beberapa isyarat yang dapat membantu kita memahami tanda-tanda pemilihan Allah atas seseorang.

Iman Sejati sebagai Bukti Pemilihan

Kita baru bisa tahu bahwa seseorang dipilih oleh Allah jika orang itu telah menunjukkan iman yang sejati. Jika seseorang sudah menunjukkan iman yang sejati, maka itu berarti bahwa dia sebelumnya telah dipilih Allah sejak kekekalan. Sebab, tidak mungkin ada orang yang bisa sampai pada iman yang sejati tanpa dipilih oleh Allah. Setiap orang yang dipilih Allah pasti akan sampai pada iman yang sejati.

Teks pertama yang menunjukkan hal ini terdapat dalam 1 Tesalonika 1:4-5:

“Sebab kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus.”

Paulus yakin bahwa jemaat Tesalonika adalah orang-orang pilihan Allah karena mereka telah menunjukkan iman yang sejati. Injil yang diberitakan kepada mereka telah berkuasa mengubah hidup mereka melalui pekerjaan Roh Kudus. Ini bukan sekadar pemberitaan biasa, tetapi pemberitaan yang membawa dampak nyata dalam kehidupan mereka.

Teks kedua yang mendukung hal ini terdapat dalam Roma 8:29-30:

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Dalam ayat ini, kita melihat urutan pekerjaan Allah dalam keselamatan:

  1. Dipilih sejak semula oleh Allah.
  2. Ditentukan untuk menjadi serupa dengan Kristus.
  3. Dipanggil secara efektif oleh Roh Kudus.
  4. Dibenarkan oleh iman dalam Kristus.
  5. Dimuliakan pada akhirnya.

Semua proses ini sudah ditetapkan sejak kekekalan, dan siapa yang telah melewati salah satu tahap, pasti akan melewati tahap berikutnya. Jika seseorang telah dibenarkan, maka ia pasti telah dipanggil, ditentukan, dan dipilih sejak semula.

Kesimpulan

Dari dua teks ini—1 Tesalonika 1:4-5 dan Roma 8:29-30—kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang dipilih oleh Allah pasti akan menunjukkan iman yang benar. Baru setelah seseorang menunjukkan iman yang sejati, kita bisa tahu dengan pasti bahwa ia telah dipilih oleh Allah.

Sebaliknya, bagi mereka yang tidak dipilih, kita tidak bisa mengetahuinya sekarang. Namun, jika seseorang sampai pada akhir hidupnya tanpa pernah menerima Injil yang benar dan tidak pernah sampai pada iman yang sejati, maka itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak termasuk dalam orang-orang pilihan Allah.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menilai orang lain. Biarlah Injil itu sendiri yang menjadi hakim. Bagaimana seseorang merespons Injil akan menunjukkan apakah ia dipilih oleh Allah atau tidak. Jika seseorang percaya kepada Kristus dengan iman yang sejati, itu adalah bukti bahwa ia adalah bagian dari umat pilihan Allah. Sebaliknya, jika seseorang sampai akhir hidupnya tetap menolak Injil, itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak dipilih.

Sebagai orang percaya, kita harus bersyukur karena jika kita telah sampai pada iman yang benar, itu semua adalah anugerah Tuhan. Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, dan itu adalah anugerah yang patut kita syukuri di dalam Kristus.