Di banyak gereja, setiap minggu Pengakuan Iman Rasuli diucapkan bersama-sama oleh jemaat. Bagi banyak orang, hal ini sudah menjadi bagian dari liturgi rutin. Namun, apakah kita pernah berhenti sejenak untuk merenungkan makna yang terkandung di dalamnya? Salah satu frasa yang kita ucapkan adalah: “Aku percaya kepada gereja yang kudus dan am.” Kata “am” di sini berasal dari kata Latin catholica, yang artinya “universal” atau “satu dan menyeluruh”.
Dalam beberapa gereja, sebelum Pengakuan Iman Rasuli diucapkan, ada kalimat pembuka yang berbunyi: “Bersama dengan gereja di segala tempat dan abad, marilah kita mengutarakan pengakuan iman kita.” Kalimat ini menyiratkan bahwa iman Kristen tidak berdiri sendiri dalam ruang dan waktu yang terbatas, melainkan bagian dari suatu kesatuan umat Allah yang melampaui generasi, lokasi, dan denominasi. Inilah konsep yang dalam teologi Kristen dikenal sebagai Gereja Universal (Universal Church).
Apa Itu Gereja Universal?
Gereja Universal adalah kumpulan semua orang percaya di segala tempat dan sepanjang zaman, yang bersatu dalam iman yang sejati kepada Yesus Kristus. Gereja ini tidak dibatasi oleh tembok-tembok gedung, denominasi, budaya, bahasa, atau bangsa. Ia bersifat rohani dan transenden, mengikat semua orang percaya ke dalam satu tubuh rohani dengan Kristus sebagai Kepala.
Namun, penting untuk dipahami bahwa Gereja Universal bukan hanya soal kebersamaan secara sosial atau institusional. Ia memiliki dua aspek utama:
- Kumpulan Orang Percaya – Gereja bukan terdiri dari satu individu atau satu komunitas saja, melainkan semua orang percaya yang sejati dari segala zaman dan tempat. Ini berarti kita, orang percaya saat ini, adalah bagian dari gereja yang sama dengan para martir mula-mula, para rasul, dan orang-orang kudus sepanjang sejarah.
- Kesatuan Iman – Gereja Universal bukan sekadar kumpulan orang yang menyebut dirinya Kristen, tetapi mereka yang berbagi iman yang sama: iman yang sejati kepada Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat dunia, yang mati dan bangkit demi keselamatan manusia. Iman inilah yang menjadi perekat utama Gereja Universal.
Kesatuan Iman dalam Kristus
Kesatuan dalam Gereja Universal tidak bersifat simbolis atau sekadar administratif. Ia bersifat rohani, mendalam, dan berakar pada kebenaran Injil. Rasul Paulus menulis dalam Efesus 4:13 bahwa tujuan pertumbuhan rohani gereja adalah agar semua orang percaya “mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
Dengan kata lain, kesatuan iman adalah syarat mutlak dari eksistensi Gereja Universal. Bukan sembarang kelompok yang menyebut nama Kristus dapat dikategorikan sebagai bagian dari gereja ini. Kesatuan gereja bukan sekadar tentang berkumpul dalam satu ruangan atau memiliki nama yang sama. Ia adalah hasil dari iman yang sejati dan pengetahuan yang benar tentang Kristus.
Kesatuan ini melampaui batasan denominasi. Seorang Kristen di Afrika, yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, berada dalam kesatuan iman yang sama dengan seorang Kristen di Eropa atau Asia yang memegang iman yang sama. Mereka boleh berbeda dalam liturgi, tradisi, atau bentuk ibadah, tetapi diikat oleh iman kepada satu Injil yang sama.
Iman Sejati Menentukan Keanggotaan Gereja Universal
Kita tidak bisa sembarangan menyebut semua kelompok yang memakai nama “Kristen” sebagai bagian dari Gereja Universal. Iman yang sejati kepada Injil Yesus Kristus adalah syarat utama. Hal ini sangat penting, karena sepanjang sejarah kekristenan, ada banyak ajaran sesat, penyimpangan, dan “injil palsu” yang muncul, bahkan dari dalam gereja.
Paulus memperingatkan dengan tegas dalam Galatia 1:6-9 tentang orang-orang yang menyebarkan injil yang berbeda. Ia berkata, “Siapa pun yang memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dari yang telah kamu terima, terkutuklah dia!” Ini adalah peringatan keras: bahwa percaya kepada injil palsu bisa membuat seseorang terputus dari Gereja Universal.
Apa yang dimaksud dengan injil palsu? Misalnya, ajaran yang menyatakan bahwa percaya kepada Yesus pasti membuat hidup menjadi makmur secara materi. Ini adalah bentuk distorsi terhadap Injil sejati. Injil yang benar tidak menjanjikan hidup tanpa penderitaan, tetapi menjanjikan pengampunan dosa, kelahiran baru, dan kehidupan kekal dalam Kristus.
Begitu pula dalam 1 Yohanes 4:2-3, Rasul Yohanes memperingatkan tentang roh-roh yang tidak mengakui Yesus datang sebagai manusia. Siapa pun yang menyangkali keilahian dan kemanusiaan Yesus tidak berasal dari Allah, dan oleh karena itu, tidak termasuk dalam Gereja sejati.
Tidak Semua yang Mengaku Kristen Termasuk Gereja Universal
Realitas yang menyedihkan adalah bahwa tidak semua yang hadir dalam gereja lokal, atau yang mengaku sebagai Kristen, adalah bagian dari Gereja Universal. Beberapa kelompok bahkan secara eksplisit menolak doktrin-doktrin dasar iman Kristen, seperti Tritunggal, keilahian Kristus, atau keselamatan oleh anugerah melalui iman.
Mereka mungkin menggunakan istilah yang sama, menyebut Alkitab, menyanyikan lagu-lagu rohani, bahkan menyebut nama Yesus. Tetapi jika mereka tidak mengakui Injil yang sejati, maka mereka tidak berbagi iman yang sama dan tidak termasuk dalam Gereja Universal.
Inilah sebabnya mengapa kita harus berhati-hati dalam menyebut semua “gereja” sebagai satu tubuh. Kita harus menilai bukan hanya dari nama, struktur organisasi, atau gedung ibadahnya, tetapi dari ajaran yang dipegang dan iman yang dinyatakan.
Siapa Saja yang Termasuk dalam Gereja Universal?
Gereja Universal mencakup semua orang yang:
- Percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebagaimana disaksikan oleh Kitab Suci.
- Mengakui Injil yang benar, yaitu kematian dan kebangkitan Kristus demi penebusan dosa manusia.
- Dipenuhi oleh Roh Kudus dan menunjukkan buah pertobatan dalam kehidupan sehari-hari.
- Berbagi kesatuan iman dan pengenalan yang benar tentang Anak Allah, sebagaimana disebut dalam Efesus 4:13.
- Berakar pada ajaran para rasul dan para nabi, seperti dijelaskan dalam Efesus 2:20.
Mereka mungkin hidup dalam waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, atau tradisi yang berbeda, tetapi mereka adalah satu tubuh, satu Roh, dan satu pengharapan dalam Kristus.
Kesadaran Akan Gereja Universal Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kerendahan Hati
Pemahaman akan Gereja Universal membawa kita kepada beberapa sikap hati yang penting:
- Rasa syukur, karena kita adalah bagian dari rencana Allah yang besar, yang melampaui generasi dan wilayah.
- Kerendahan hati, karena kita bukanlah satu-satunya umat Tuhan. Kita hanyalah bagian kecil dari tubuh Kristus yang besar dan agung.
- Semangat persaudaraan, karena saudara-saudara seiman kita tersebar di seluruh dunia dan sepanjang zaman, banyak di antaranya menghadapi penganiayaan, penderitaan, dan tantangan iman.
- Komitmen untuk menjaga kemurnian Injil, karena hanya Injil yang sejati yang menyatukan umat Tuhan di dalam satu iman.
Kesimpulan: Gereja Universal Adalah Kita—Jika Kita Percaya Injil yang Sejati
Gereja Universal adalah realitas rohani yang tak terbatas oleh denominasi, waktu, atau tempat. Ia adalah satu tubuh yang dipersatukan oleh iman kepada Yesus Kristus, bukan oleh nama gereja atau liturgi tertentu. Namun, keanggotaan dalam Gereja Universal tidak otomatis diberikan kepada setiap orang yang mengaku “Kristen”. Hanya mereka yang percaya kepada Injil yang sejati dan hidup dalam pengenalan yang benar akan Kristus yang termasuk di dalamnya.
Maka ketika kita mengucapkan “Aku percaya kepada gereja yang kudus dan am,” kita sedang menyatakan bahwa kita percaya kepada tubuh Kristus yang sejati, yang disatukan oleh iman yang murni, dan yang tersebar di seluruh dunia dan sepanjang sejarah.
Kitalah gereja itu—jika kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang sejati.

