Orang Kristen Dan Penderitaan

Sebagian orang menjadi Kristen dengan konsep yang salah. Mereka berpikir bahwa menjadi Kristen berarti bebas dari segala masalah. Apapun masalah mereka Tuhan pasti akan mengangkat masalah itu melalui mujizat. Menjadi Kristen seringkali diidentikkan dengan kemakmuran, kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan.

Konsep seperti di atas jelas merupakan penyimpangan terhadap ajaran Alkitab. Para nabi, Yesus dan para rasul pun harus mengalami berbagi macam penderitaan. Penderitaan yang muncul sebagai akibat dari keberdosaan Adam (band. Kej 3:15-19) ini dialami oleh semua makhluk dan akan terus ada sampai pemulihan segala sesuatu (Rom 8:18, 22-23).

Alkitab tidak pernah berjanji bahwa Allah akan membebaskan kita dari semua masalah di dunia ini. Dia hanya berjanji untuk membatasi masalah kita sehingga tidak melebihi kekuatan kita (1Kor 10:13a). Dia juga berjanji akan memberikan jalan keluar (1Kor 10:13b). Jalan keluar di sini tidak selalu berupa masalah kita yang dihilangkan: sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya, dsb. Tuhan seringkali justru memberi kita jalan keluar berupa kekuatan ilahi yang membuat kita mampu menanggung segala perkara (Flp 4:13). Inilah yang harus terus-menerus kita doakan, sebagaimana dilakukan Paulus untuk jemaat di Kolose agar mereka “dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar” (Kol 1:11). Lebih jauh, Tuhan justru memakai semua penderitaan itu sebagai sarana untuk mengerjakan kebaikan bagi kita (Rom 8:28). Sebagai contoh, Allah menetapkan Yusuf untuk menjalani berbagai penderitaan supaya Allah mengerjakan kebaikan berupa memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej 45:5, 7; 50:20).

Mengapa Tuhan menetapkan kita untuk mengalami berbagai penderitaan selama di dunia ini? Mengapa Dia memilih untuk memberi kita kekuatan dan bukan menghilangkan masalah kita? Kebaikan apa yang kita terima melalui berbagai masalah kita? Apa yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi penderitaan yang besar?

Penyelidikan Alkitab mandiri

Bacalah Yakobus 1:2-8 dengan teliti sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  1. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap berbagai ujian iman yang kita alami (ayat 2; catatan: terjemahan LAI:TB “pencobaan” kurang tepat; kata peirasmos seharusnya diterjemahkan “ujian”, karena di ayat 3 disebut “ujian terhadap iman”)? Apakah perbedaan nasihat Yakobus di sini dengan nasihat Yesus di Matius 26:41//Mar 14:38//Luk 22:40? Jelaskan!
  1. Berdasarkan konteks seluruh surat Yakobus, ujian-ujian seperti apa yang dihadapi oleh penerima surat ini (2:1-4; 5:1-6; 5:7-11)?
  1. Apa yang dihasilkan melalui berbagai penderitaan dalam ujian iman kita (ayat 3)?
  1. Apakah tujuan akhir dari semuanya ini (ayat 4)? Jelaskan!
  1. Apa yang harus kita lakukan jika kita bingung menghadapi suatu penderitaan (ayat 5a)?
  1. Allah yang seperti apa yang membuat Yakobus yakin bahwa kita akan mendapatkan jawaban doa kita (ayat 5b; catatan: kata “tidak membangkit-bangkit” seharusnya “tidak menyalahkan/menghina”, band. Mat 5:11; 27:44; Mar 15:32; Luk 6:22; Rom 15:3; 1Pet 4:14)?
  1. Walaupun dari pihak Allah Dia pasti memberi, tetapi dari pihak manusia apa yang harus dilakukan (ayat 6-7)?
  1. Orang di ayat 6-7 bukan hanya tidak mendapatkan jawaban doa, tetapi dia juga akan menghadapi masalah yang lebih serius dan permanen. Apakah itu (ayat 8)?
  1. Siapakah yang dimaksud dengan “orang yang mendua hati” dalam surat Yakobus (4:4, 8)? 
  1. Sebutkan dua hal positif yang diterima Paulus melalui semua penderitaan yang dia harus alami (2Kor 1:8-9; 12:7-9)?

Penerapan konkrit

Pemimpin KTB mempersilahkan satu atau dua orang anggota untuk membagikan permasalahan mereka yang cukup serius. Setelah itu, anggota-anggota yang lain mencoba memberikan nasihat-nasihat dari firman Tuhan dan mendoakan orang tersebut.

Tugas selama seminggu

Setiap anggota mengevaluasi apa yang terjadi selama satu minggu ke depan. Temukan salah satu penderitaan yang kita alami dan bagaimana Allah mengerjakan kebaikan melalui hal itu!

Rangkuman

  1. Tidak orang Kristen yang bebas dari masalah/penderitaan.
  2. Semua masalah itu ditetapkan Allah untuk menyempurnakan karakter kita.
  3. Allah menjanjikan jalan keluar dalam setiap masalah, namun kita harus meminta hikmat itu dengan penuh iman.

Ayat emas yang harus dihafalkan

Roma 8:28 “kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.