Kemahahadiran (omnipresence)
Allah lebih besar daripada semua tempat (1 Raj 8:27; Ibr 1:3), sebab Ia yang menciptakan tempat dan memenuhi segala sesuatu. Yeremia 23:24 mengatakan: “Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN.”
Karena Allah memenuhi segala sesuatu, maka Ia tidak bisa tidak ada di suatu tempat (Mzm 139:7-10). Walaupun secara lokal atau spasial Allah selalu ada dimanapun, namun Ia berkenan hadir secara relasional (Yos 1:9; Mat 18:20; 28:20; Ibr 13:5b).Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Allah hadir dalam neraka?
Kemahahadiran Allah yang memenuhi segala sesuatu memungkinkan bahwa Allah tetap hadir di neraka secara lokal. Meskipun demikian, kehadiran dalam neraka tidak bersifat relasional. Di sana tidak ada kemuliaan dan kekuasaan-Nya yang dinyatakan sesuai pernyataan 2 Tesalonika 1:9: “Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya.”

