Hampir semua orang Kristen mungkin setuju bahwa pertumbuhan rohani adalah sangat penting. Kita tidak boleh menjadi bayi rohani yang mudah dipengaruhi oleh dunia (1Kor. 3:1-2). Setiap orang perlu mengejar kesalehan (1Tim. 6:11).
Sayangnya, tidak semua orang memiliki konsep kerohanian yang benar. Alkitab menyediakan beberapa contoh tentang hal ini. Bangsa Yahudi sangat giat bagi Allah tetapi tanpa pengetahuan yang benar (Rm. 10:2). Orang-orang Farisi memamerkan disiplin rohani mereka untuk mendapatkan pujian dari manusia (Mat. 6:1-18). Para pengajar sesat di Kolose bahkan rela menjauhkan diri dari semua kesenangan duniawi, tetapi hanya untuk memuaskan kesombongan mereka (Kol. 2:18, 20-23). Semua orang ini dari luar mungkin terlihat begitu spiritual. Ternyata semua tanda kerohanian ini adalah semu dan menyesatkan.
Kerohanian yang sejati tidak dapat dipisahkan dari Kristus. Tidak ada kerohanian yang sehat tanpa Kristus diletakkan sebagai pusat. Dengan kata lain, kerohanian sejati harus berpusat pada Injil.
Pertama, tujuan kerohanian adalah keserupaan dengan Kristus. Semua karya keselamatan yang dilakukan Allah dari kekal ditujukan untuk hal ini (Rm. 8:29 “sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan dari semula untuk menjadi semakin serupa dengan gambaran Anak-Nya”). Selama menghidupi keselamatan, kita terus-menerus diserupakan dengan Kristus (2Kor. 3:18; Kol. 3:10).
Kedua, pertumbuhan rohani mencakup pengetahuan dan iman yang benar kepada Kristus. Paulus menerangkan bahwa pertumbuhan tubuh Kristus ditandai dengan “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef. 4:12). Poin ini perlu digarisbawahi karena ada injil palsu (Gal. 1:6-10) dan Kristus yang lain (2Kor. 11:1-4) yang beredar di mana-mana. Tanpa mengenal Kristus dengan benar, bagaimana kita bisa menjadi serupa dengan Dia? Kerohanian yang sehat dihasilkan dari teologi yang tepat dan kuat.
Ketiga, pertumbuhan rohani dilandaskan pada kesempurnaan karya penebusan Kristus. Kesalehan manusia seperti kain kotor di hadapan Allah (Yes. 64:6). Tidak ada seorangpun yang bisa dibenarkan di hadapan Allah karena perbuatan baik (Rm. 3:20). Allah menyelamatkan kita bukan berdasarkan perbuatan baik kita, melainkan iman kita kepada Kristus (Gal. 2:16). Kebenaran-Nya diperhitungkan oleh Allah sebagai kebenaran kita (Rm. 10:4). Tidak ada perbuatan baik yang bisa menambah kasih Allah pada kita dan tidak ada dosa yang bisa mengurangi kasih Allah pada kita. Penerimaan Allah atas kita ditentukan oleh karya penebusan Kristus, bukan usaha kita.
Terakhir, pertumbuhan rohani membutuhkan disiplin rohani. Kesempurnaan karya Kristus bukan dalih untuk bersikap santai dan ceroboh dalam kerohanian. Paulus menasihati Timotius: “Latihlah dirimu beribadah” (LAI:TB). Secara hurufiah, teks ini berarti “latihlah dirimu untuk kesalehan”. Ada ide tentang kedisiplinan di balik kata “latihlah” (NASB “discipline yourself for the purpose of godliness”). Walaupun disiplin rohani bukan ukuran dan tujuan, tetapi disiplin rohani merupakan sarana yang tak terelakkan bagi pertumbuhan kerohanian. Ibadah bersama, doa, pembacaan Alkitab, dan pelayanan merupakan sarana anugerah bagi pertumbuhan kita.
STUDI ALKITAB MANDIRI
Bacalah Efesus 4:11-16, setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
- Bagaimana para rohaniwan bisa menjadi sarana anugerah bagi jemaat (ayat 11-12)?
- Apa saja karakteristik orang Kristen yang rohani (ayat 13-14)?
- Seberapa pentingkah Kristus bagi pertumbuhan rohani jemaat (ayat 15-16)?
AYAT HAFALAN
Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Ef. 4:15)
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa saja halangan bagi pertumbuhan rohani Anda? Jelaskan!
- Bagaimana persandaran pada kesempurnaan karya penebusan Kristus dapat menolong Anda untuk mengalami pertumbuhan rohani?
- Apa saja perbedaan antara kerohanian yang berpusat pada Injil dengan konsep kerohanian yang selama ini Anda miliki? Jelaskan!
PROYEK ROHANI
Buatlah jurnal spiritual selama seminggu. Tuliskan kisah jatuh dan bangun di dalamnya (secara umum saja). Cobalah kaitkan kegagalan dan kejatuhan itu dengan Injil Yesus Kristus.

