Bahaya penyembahan berhala tidak boleh diremehkan. Dosa ini bertahta di pusat kehidupan kita, yaitu hati. Betapa kuatnya godaan penyembahan berhala dapat dilihat dari betapa besarnya kebodohan yang dilakukan para pemujanya. Mereka menggantikan Pencipta dengan ciptaan (Rm. 1:21-25). Mereka menyembah apa yang mereka ciptakan sendiri.
Lalu bagaimana kita bisa mewaspadai dan menyikapi berhala dalam hati? Ada empat hal yang perlu dilakukan untuk memerangi berhala dalam hati kita.
Pertama, mendiagnosa jenis berhala dalam hati kita. Kita tidak mungkin memerangi sesuatu yang kita tidak kenali atau mengerti. Semakin kita mengenali musuh kita, semakin efektif kita memerangi. Jadi, langkah pertama adalah melakukan diagnosa.
Sama seperti seorang dokter yang memberikan berbagai pertanyaan pada pasien untuk mengetahui kondisi tubuh pasien, kita juga perlu menanyakan beberapa hal pada diri kita sendiri. Beberapa pertanyaan bersifat hipotetikal (pengandian), yang lain faktual (sesuai kenyataan).
- Seandainya waktu bisa berputar dan Anda bisa menjadi bayi lagi, apa saja dalam kehidupan Anda yang Anda ingin ubah dan apa yang tidak ingin Anda ubah?
- Seandainya semua yang Anda miliki harus dirampas dan Anda hanya boleh memertahankan satu hal saja, apa yang Anda akan pertahankan?
- Hal apa yang paling banyak menguras pikiran dan tenaga Anda?
- Hal apa yang paling sering membuat Anda marah, sedih, rasa bersalah atau kuatir secara berlebihan?
- Apa atau siapa yang pertama kali terbersit dalam pikiran Anda ketika Anda berada dalam situasi yang sangat pelik?
- Diagnosa detil bisa dilihat di lampiran bab ini.
Kedua, menyadari konsekuensi buruk dari berhala. Melayani dosa ada upahnya, dan dosa selalu membayarkan upah kita tepat pada waktunya dan dengan angka sepenuhnya. Menaati dosa berarti menuai maut (Rm. 6:16). Bukan hanya kematian kekal kelak, tetapi juga semua akibat buruk di dunia ini.
Berhala hanya akan mendatangkan bencana. Mereka yang memberhalakan pengakuan akan selalu diliputi oleh perasaan terlalu mengasihani diri sendiri, iri hati, dan ketidaklayakan. Mereka yang diperbudak oleh kuasa tidak akan disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka yang mendewakan kontrol pasti akan dikuasai oleh ketakutan, kecemasan dan kemarahan apabila keadaan tidak seperti yang diharapkan.
Di samping itu, berhala bukan Pencipta. Suatu ketika berhala pasti sirna. Ketika itu terjadi, celakalah orang yang telah mengandalkannya. Semua yang buruk yang bisa dibayangkan oleh pikiran manusia akan terjadi padanya. Ingatlah, segala sesuatu yang bisa diambil dari hidup kita berarti kurang berharga; jangan letakkan harga diri kita di atasnya.
Ketiga, mencintai Allah lebih lagi. Persoalan hati adalah persoalan cinta. Manusia lebih mencintai berhala daripada Pencipta. Bagaimana menggeser suatu cinta? Satu-satunya cara adalah dengan mencintai yang lain dengan cinta yang lebih besar. Semakin besar cinta kita pada Allah, semakin kecil ruang yang kita berikan untuk berhala.
Cara terbaik untuk lebih mencintai Allah adalah dengan lebih memahami cinta-Nya bagi kita. Kasih Allah mendahului kasih kita kepada-Nya (1Yoh. 4:10). Semakin kita memahami dan mengalami kasih-Nya, semakin besar kasih kita kepada-Nya.
Kasih Allah bersifat tanpa syarat: kita tidak perlu memiliki sesuatu atau mencapai sesuatu. Kasih Allah bersifat kekal: kita tidak perlu merasa kuatir akan ditinggalkan atau kurang dikasihi. Kasih Allah tidak terkalahkan: tidak ada yang bisa merampas kita dari tangan-Nya atau memisahkan kita dari kasih-Nya. Kasih Allah sangat berbeda dengan berhala. Kita tidak perlu bersusah-payah mendapatkannya. Allah memberikan dengan cuma-cuma. Kita tidak perlu kuatir akan kehilangannya. Allah tidak akan mau kehilangan kita. Intinya, semua pergumulan terdalam dalam diri kita – kerinduan terhadap pengakuan, penerimaan, arti kehidupan, dan keamanan – telah dan pasti terpenuhi dalam kasih Kristus.
Keempat, memerangi berhala secara intensional. Peperangan melawan berhala akan terus ada selama kita hidup di dunia dengan tubuh yang fana ini. Kita tidak boleh berdiam diri saja dan berharap musuh akan membiarkan atau meninggalkan kita. Hanya dengan berjuang secara intensional sambil menyandarkan diri pada anugerah Tuhan kita dapat menang melawan godaan berhala.
Setelah mengetahui jenis berhala yang paling berbahaya bagi kita, langkah selanjutnya adalah melakukan proyek rohani tertentu untuk memeranginya. Jika berhala kita adalah pengakuan dari manusia, kita perlu mendalami bagaimana pandangan Alkitab tentang persoalan tersebut. Begitu pula dengan jenis berhala yang lain. Dengan bersandar pada kuasa firman Tuhan kita akan mampu mengalahkan daya tarik berhala. Hafalkan teks-teks tertentu yang relevan. Lakukan apa yang diperintahkan. Imani apa yang dijanjikan.
Yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa sambil berpusat pada Injil. Semakin doa kita berpusat pada Injil, semakin besar kuasa Injil yang bekerja di dalam hidup kita. Jika Injil mampu menyelamatkan kita dari persoalan yang terbesar (yaitu dosa) dan ketakutan yang terbesar (yaitu kematian), Injil yang sama juga pasti berkuasa untuk mengalahkan godaan berhala dalam hati kita. Doa-doa semacam ini akan mengingatkan dan menguatkan kita tentang kuasa Allah yang telah bekerja di dalam diri kita.
STUDI ALKITAB MANDIRI
Bacalah Roma 1:21-31, setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
- Apa saja yang menjadi inti dari penyembahan berhala (ayat 21a, 23, 25, 28)?
- Jelaskan betapa hebatnya tipu daya berhala dalam diri para pemujanya (ayat 21b-22)!
- Jelaskan bahwa penyembahan berhala bukan hanya sebuah dosa, tetapi sekaligus juga penyebab dari dosa-dosa lainnya (ayat 24, 26-27, 28b-31)! Mengapa bisa demikian?
AYAT HAFALAN
Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk menaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Roma 6:16)
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Berdasarkan pertanyaan diagnosa di materi dan poin-poin detil di lampiran, berhala apa yang paling berbahaya bagi Anda? Jelaskan!
- Ceritakanlah bagaimana berhala tersebut telah membawa beragam dampak buruk dalam kehidupan Anda!
- Bagaimana Injil bisa menjadi penawar bagi racun berhala tersebut?
PROYEK ROHANI
Buatlah 10 doa yang berpusat pada Injil. Ucapkanlah itu dalam saat teduh kita setiap hari.

