Alkitab Adalah Firman Tuhan

Alkitab memberikan bukti yang jelas dan melimpah tentang pentingnya firman Tuhan bagi orang percaya. Langit dan bumi diciptakan melalui firman Tuhan (Kej 1:3, 6, 9, 11, 14, 20, 24; Mzm 33:6). Manusia hidup bukan hanya dari makanan jasmani, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Ul 8:3//Mat 4:4//Luk 4:4). Keberhasilan hidup kita ditentukan oleh ketaatan kita terhadap firman Tuhan (Yos 1:8; Mzm 1:1-3; Yoh 15:7; 1Yoh 3:22). Dengan firman Tuhan kita mampu menghadapi godaan iblis (Mat 4:4, 7, 10), karena firman Tuhan adalah salah satu senjata rohani melawan penguasa di udara (Ef 6:17). Yesus sendiri mengajarkan bahwa tinggal di dalam Dia (menuruti firman-Nya, Yoh 15:7) merupakan keharusan agar seseorang dapat berbuah banyak (Yoh 15:5) dan tidak dibuang (Yoh 15:6).

Kebenaran di atas tidak dapat dipisahkan dari satu fakta penting bahwa Alkitab adalah firman Tuhan. Dalam 2Timotius 3:16 dituliskan “segala tulisan adalah diilhamkan Allah (qeopneustos)”. Kata qeopneustos secara hurufiah berarti “dinafaskan oleh Allah”. 2Petrus 1:21 mengajarkan bahwa para nabi bernubuat “oleh dorongan Roh Kudus” (band. Mat 22:43; Kis 4:25). Kata “didorong” (feromenoi) merupakan kata yang sangat kuat, karena di Kisah Rasul 27:15 kata ini dipakai untuk kapal yang diombang-ambingkan oleh angin yang kuat.

Dalam Perjanjian Lama Allah menaruh firman-Nya dalam mulut para nabi (2Sam 23:2; Yer 1:7, 9) dan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menuliskan firman yang Dia sudah sampaikan (Yer 30:2; band. Yos 24:26; 1Sam 10:25). Dalam Perjanjian Baru perkataan Yesus (1Tim 5:17-18; band. Ul 25:4 dan Luk 10:7) dan tulisan para rasul (1Kor 14:37; 2Pet 3:15-16) disejajarkan sebagai firman Tuhan. Secara khusus kitab Wahyu mengklaim diri sebagai firman Tuhan yang tidak boleh ditambah atau dikurangi (1:1-3; 22:18-19; band. Ul 4:2 “janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu”).

Penyelidikan Alkitab mandiri

  1. Sebagai kitab yang diilhamkan oleh Tuhan, apakah Alkitab ditulis langsung oleh “jari-jari” Tuhan atau melalui hamba-hamba-Nya (Yos 24:26; 1Sam 10:25; Yer 30:2; Rom 16:22; Gal 6:11; Why 2:1, 8, 12)? Apakah ini berarti bahwa para penulis berada dalam keadaan trans (tidak sadar) dan tangan mereka digerak-gerakkan secara ajaib oleh Allah (Luk 1:1-4)?
  1. Jika Alkitab adalah firman Tuhan, apakah implikasi dari kebenaran ini sehubungan dengan janji-janji yang ada di dalam Alkitab (Bil 23:19; Mzm 12:7; Tit 1:2b; Ibr 6:18)?
  1. Sebagai firman Tuhan, apakah ada kemungkinan Alkitab mengandung kesalahan sekecil apapun dalam bidang apapun (2Sam 7:28; Yoh 17:17)? Mengapa?
  1. Apakah Alkitab bersifat mengikat bagi setiap orang Kristen ataukah hanya sekedar salah satu pedoman hidup (Yoh 14:15, 23-24; 1Yoh 2:3-5; 3:24)? Jelaskan!
  1. Apakah penafsiran dan penggunaan Alkitab secara sembarangan dapat dibenarkan (Mat 4:3, 6; 2Pet 1:20; 3:16)? Mengapa?
  1. Bagaimana jika ada seseorang yang mampu mengadakan mujizat dan mengaku mendapat nubuat/penglihatan dari Tuhan tetapi apa yang dia katakan tidak sesuai dengan Alkitab (Ul 13:1-5; 1Yoh 4:1)? Jelaskan!
  1. Mungkinkah Roh Kudus menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan Alkitab (Yoh 14:26; 16:13-14)?
  1. Apakah Alkitab sudah cukup bagi kita untuk menghidupi keselamatan kita ataukah kita masih membutuhkan “wahyu tambahan” lagi selain Alkitab (Ul 29:29; 2Tim 3:15-17)? Bandingkan dengan sikap gereja mula-mula setelah perstiwa pencurahan Roh Kudus (Kis 2:42a; 17:11)! 

Penerapan konkrit

Diskusi: apakah bahaya-bahaya yang sering muncul apabila seseorang lebih suka mencari “wahyu tambahan” melalui mimpi/nubuat/penglihatan daripada menyelidiki Alkitab dengan benar?

Tugas selama seminggu

Bacalah lampiran tentang “Cara Menafsirkan Alkitab Secara Sederhana” dan jawablah beberapa pertanyaan yang ada di sana.

Rangkuman

  1. Membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan adalah keharusan bagi orang Kristen.
  2. Sebagai firman Allah, Alkitab adalah standar kebenaran tertinggi dan satu-satunya yang tidak mengandung kesalahan dalam bentuk apapun, misalnya janji yang tidak ditepati, tidak sesuai dengan realita, dsb.
  3. Alkitab harus ditafsirkan secara tepat sesuai dengan maksud Roh Kudus yang telah mengilhami para penulis Alkitab.

Ayat emas yang harus dihafalkan

Mazmur 1:1-2 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam”.