Apakah Allah menciptakan iblis atau setan? Pertanyaan ini wajar untuk diungkapkan dan sering dipertanyakan karena kita semua percaya bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Kalau Allah menciptakan segala sesuatu, apakah iblis juga termasuk salah satu yang Allah ciptakan? Jawaban adalah tidak. Allah menciptakan malaikat tapi kemudian malaikat berbuat dosa. Kemudian malaikat yang berbuat dosa itu disebut iblis atau setan dan para pengikutnya disebut roh-roh jahat.
Dalam proses penciptaan, pertama-tama Allah menciptakan segala sesuatu dalam keadaan yang baik. Kejadian 1:1 dikatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi. Kata langit dan bumi di situ merupakan sebuah ungkapan yang artinya segala sesuatu berarti termasuk malaikat dan manusia, termasuk juga alam semesta beserta isinya yang kelihatan dan tidak kelihatan.
Pada saat Allah selesai menciptakan segala sesuatu dari hari pertama sampai hari keenam, Allah mengatakan lihat segala yang dijadikannya dan Allah melihatnya sebagai sesuatu yang baik, sungguh amat baik. Allah tidak mungkin menciptakan iblis karena iblis adalah sesuatu yang tidak baik. Demikian juga Allah tidak mungkin menciptakan penderitaan karena penderitaan adalah sesuatu yang tidak baik. Allah juga tidak mungkin menciptakan dosa karena dosa adalah sesuatu yang tidak baik.
Allah menciptakan malaikat. Tujuan malaikat diciptakan adalah untuk melayani Allah dan melayani manusia. Hal ini tercatat di dalam Yesaya 6:2-3, dimana Yesaya mendapatkan sebuah penglihatan tentang para Serafim yang berada di sekeliling tahta Allah. Mereka sedang melayani Allah dan memuji Allah sambil meneriakkan kudus kudus kudus Tuhan semesta alam. Malaikat juga diciptakan untuk melayani manusia. Menurut 1 Petrus 1:12 dikatakan bahwa malaikat-malaikat adalah roh yang melayani melayani manusia sebagai umat pilihan Allah. Tetapi tampaknya sebagian malaikat tidak puas dengan peranan mereka untuk melayani Allah atau melayani manusia. Maka Alkitab juga mencatat bahwa para malaikat itu telah melampaui batas kekuasaan mereka. 2 Petrus 2 dan 4, serta Yudas 1:6 mencatat bagaimana para malaikat telah melampaui batas kekuasaan mereka apa yang sudah ditetapkan oleh Allah. Mereka telah lampaui artinya mereka memberontak melawan Allah. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang berdosa. Karena inilah, para malaikat yang jatuh kita sebut roh-roh jahat dan pemimpin mereka kita sebut dengan nama iblis atau setan.
Iblis dan setan itu ditulis dalam bentuk tunggal karena merujuk kepada nama dari penghulu roh-roh jahat. Di beberapa tempat disebut dengan istilah yang berbeda, misalnya Beelzebul. Meski demikian, walaupun istilahnya berbeda, tetapi tetap maknanya sama yaitu pemimpin para malaikat yang memberontak melawan Allah, atau yang melampaui batas kekuasaan mereka. Para pemimpin itu disebut Iblis, bentuk tunggal, tetapi para pengikutnya jamak. Kita mengenal mereka dengan nama roh-roh jahat, roh-roh najis dan sebagainya.
Jadi kalau kita kembali pada pertanyaan yang pertama, apakah Allah menciptakan iblis? Maka jawabannya adalah tidak. Allah menciptakan malaikat tetapi sebagian malaika telah memberontak melawan Tuhan, mereka menjadi iblis, dan para pengikutnya disebut roh-roh jahat.
Untuk menjelaskan ini, ada sebuah ilustrasi yang mungkin membantu memberikan pemahalan terkait hal di atas. Misalnya ada seorang anak dalam keluarga menjadi pendeta. Kalau ada pertanyaan, apakah ibu dari anak itu melahirkan seorang pendeta. Jawabannya tidak. Ibu itu hanya melahirkan seorang anak yang dia rawat, dia didik dan dia besarkan. Kemudian hari si bayi ini bertumbuh dewasa dan memberikan hidupnya kepada Tuhan sebagai rohaniwan sepenuh waktu sebagai pendeta. Jadi kalau dikatakan bahwa ibu itu melahirkan seorang pendeta sebetulnya tidak terlalu akurat karena anaknya menjadi pendeta atau menjadi penjahat sekalipun, tetap saja anak itu dilahirkan dari ibu tersebut. Tetapi seorang anak menjadi pendeta, itu bukan karena dilahirkan oleh ibu itu. Kurang lebih ilustrasi tersebut bisa menggambarkan bagaimana kita memahami iblis. Allah tidak menciptakan iblis. Allah menciptakan malaikat tetapi kemudian malaikat tersebut memberontak melawan Tuhan dan menjadi iblis beserta dengan para pengikutnya.
Sebagai orang percaya kiranya kita semakin mengerti tentang kebenaran ini. Jangan sampai kita terlalu takut berlebihan terhadap Iblis dan terhadap roh-roh jahat karena mereka sebenarnya hanyalah ciptaan di tangan Tuhan. Mereka bukan hanya ciptaan, tapi mereka ciptaan yang memberontak yang akan menerima penghukuman dari Tuhan saat waktunya tiba.

