Apakah Manusia Ada Dalam Keadaannya Yang Semula? 

Apakah manusia setelah jatuh dalam dosa tetap berada dalam keadaannya yang semula? Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah menciptakan manusia dan seluruh alam semesta dalam keadaan yang sangat baik dalam kejadian 1:31. Allah melihat segala yang dijadikannya itu dan sungguh amat baik tapi apakah keadaan ini tetap berlangsung untuk seterusnya? Jawabannya adalah tidak. Manusia gagal untuk tetap berada dalam keadaannya yang semula. 

Dalam kitab Kejadian menceritakan tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. Allah memberikan larangan kepada mereka untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat tetapi Hawa diperdaya oleh ular. Setelah jatuh dalam dosa akhirnya Hawa membujuk suaminya untuk melakukan kesalahan yang sama. Itulah yang disebut dengan dosa, yaitu pelanggaran terhadap hukum atau perintah Allah.

Menurut Kejadian 3, ketika dosa masuk dalam kehidupan manusia, maka dosa membawa begitu banyak perubahan di dalam kehidupan manusia. Yang pertama, hubungan antara manusia dengan Allah menjadi rusak. Manusia mengalami ketakutan berjumpa dengan Allah setelah makan buah itu. Adam dan Hawa menyadari dirinya telanjang bersembunyi dari Tuhan. Ketika Tuhan datang ke taman Eden, maka tergambar ketakutan yang besar saat Allah menemukan mereka. Allah bertanya kepada Adam mengapa dia makan buah itu, lalu Adam mulai menyalahkan Allah dengan berkata “Perempuan yang Kau berikan kepadaku”. Ini berarti bahwa Adam menyalahkan Allah. 

Selain itu manusia juga mulai mencari usaha sendiri untuk mengatasi persoalannya. Waktu mereka telah berbuat dosa dengan makan buah itu, mereka tidak mencari Allah untuk mendapatkan pertolongan. Mereka justru berusaha untuk menyelesaikan persoalan sendiri dengan bersembunyi dan dengan membuat pakaian dari daun. Manusia berusaha menjadi tuan atas hidupnya sendiri. Tuhan lalu mengusir mereka dari taman Eden sebagai sebuah simbol bahwa persekutuan yang intim sebelumnya antara manusia dengan Allah telah rusak.

Kedua, hubungan antar manusia juga mengalami kerusakan. Hal ini terlihat ketik Adam menyalahkan Hawa. Pada saat ditanya oleh Tuhan, Adam mengatakan bahwa perempuan yang ditempatkan Tuhan disisinya, dialah yang memberikan buah itu kepadanya. 

Adam mulai menyalahkan Hawa dan hukuman untuk Hawa adalah akan birahi kepada suaminya. Artinya, suaminya akan berkuasa atasnya. Terjemahan “birahi” di sana kurang begitu tepat karena kata Ibrani “tesuka” seharusnya diterjemahkan secara literal dengan “engkau akan menginginkan suamimu tetapi suamimu akan berkuasa atasmu”. Yang diinginkan Hawa bukan seks tetapi kekuasaan. Jadi Hawa akan menginginkan kekuasaan dari suaminya, tapi suaminya yang akan berkuasa atas dia. Di sana seolah akan terjadi perebutan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan yang seharusnya menjadi penolong sekarang menjadi penodong dan perong-rong. Kaki-laki yang seharusnya menjadi kepala sekarang menjadi penguasa. Itulah kerusakan hubungan antar manusia. 

Ketiga, hubungan manusia dengan alam juga mengalami kerusakan. Alam tidak seperti sebelumnya, di mana manusia dengan mudah menikmati hasil alam. Manusia tidak perlu bersusah payah karena segala tempat menumbuhkan segala macam tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang baik. Tapi selama manusia jatuh ke dalam dosa, Allah memberikan hukuman kepada mereka. Mereka akan berjeri lelah dan bersusah payah mencari makan karena mulai ada semak duri. 

Bumi tidak seperti sebelumnya. Hubungan manusia dengan alam mengalami kerusakan yang menyebabkan berbagai macam eksploitasi alam terjadi di mana-mana. Untuk mendapatkan keuntungan yang besar orang rela mengabaikan kelestarian alam. Dari awal manusia memang diperintah untuk menguasai dan bukan mengeksploitasi alam. Meski demikian dosa yang membuat terjadi eksploitasi alam. 

Keempat, manusia memiliki kualitas hidup yang semakin buruk. Kalau sebelumnya manusia tidak mengenal yang namanya penyakit dan kesusahan. Sekarang, dalam kehidupan manusia sudah mulai terbiasa dengan penyakit dan kesusahan. Hal ini terlihat dari hukuman untuk Hawa bahwa dia akan bersusah paya pada waktu mengandung dan dia akan mengalami kesakitan pada waktu melahirkan. 

Pasca kejatuhan, ada penyakit yang mulai masuk ke dalam kehidupan manusia. Adam juga harus berjeri lelah dengan bersusah payah mendapatkan makanan dari tanah. Ada penderitaan, sakit penyakit, dan yang paling mengerikan adalah mulai ada kematian sebagai hukuman baik bagi Adam maupun untuk semua manusia yang diwakili Adam. Manusia yang berasal dari debu akan kembali kepada debu. Kematian atau maut itu akan menjadi bagian dari kehidupan umat manusia. Jadi dengan adanya penderitaan, kesusahan dan adanya segala macam sakit penyakit pada akhirnya itu semua akan membawa pada kematian.

Ini menunjukkan bahwa kualitas hidup manusia yang semakin buruk. Seandainya manusia tidak jatuh ke dalam dosa, maka manusia tidak akan mengalami semuanya itu. Tidak heran Alkitab mengajarkan pada waktu nanti kita berada di Surga, pada waktu langit dan bumi yang baru yang kita nikmati, di sana tidak akan ada air mata, tidak ada penderitaan, tidak ada kematian lagi. Tidak ada semua hal buruk yang muncul di dunia ini akibat dosa. 

Biarlah kita semua diingatkan bahwa segala macam kesusahan di dalam dunia, bahkan kualitas hidup yang semakin buruk, semua terkait dengan betapa seriusnya dampak Dosa. Kita harus semakin mempercayakan diri pada Yesus Kristus yang sudah datang sebagai penebus dan membebaskan kita dari persoalan kita yang terbesar yaitu dosa.