Yesus adalah Allah karena Dia memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah. Apa saja sifat-sifat tersebut?
1. Kekekalan
Manusia memang memiliki kekekalan, tetapi kekekalan manusia memiliki permulaan dan tidak berakhir. Namun, kekekalan Allah tidak memiliki permulaan maupun akhir. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus bersifat kekal. Dalam Yohanes 8:58, Yesus berkata, “Sebelum Abraham ada, Aku sudah ada.” Dalam bahasa Yunani, kalimat ini lebih tegas menyatakan bahwa Yesus terus menerus ada sebelum Abraham lahir.
Selain itu, dalam Yohanes 1:1-2, dikatakan bahwa: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” Ini membuktikan bahwa Yesus adalah kekal, sama seperti Allah Bapa.
2. Mahatahu
Dalam Yohanes 2:23-25, dikatakan bahwa selama perayaan Paskah di Yerusalem, Yesus melakukan banyak mujizat yang membuat banyak orang percaya kepada-Nya. Namun, yang luar biasa adalah walaupun mereka percaya kepada-Nya, Yesus tidak memercayakan diri kepada mereka. Mengapa? Karena Dia mengenal hati setiap manusia. Yesus mengetahui setiap motivasi orang, sesuatu yang hanya mungkin bagi Allah yang Mahatahu.
Lebih jauh, dalam Roma 2:16, dikatakan bahwa Yesus Kristus kelak akan menghakimi semua orang di akhir zaman, termasuk hal-hal tersembunyi dalam hati manusia. Ini menunjukkan bahwa Yesus mengetahui bukan hanya tindakan manusia, tetapi juga maksud hati dan pikiran mereka. Dia tidak mungkin menjadi Hakim yang adil jika Dia sendiri tidak memiliki sifat Mahatahu.
3. Mahahadir
Dalam Matius 18:20, Yesus berkata, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Jika Yesus hadir di mana pun orang percaya berkumpul dalam nama-Nya, maka itu membuktikan bahwa Dia Mahahadir.
Selain itu, dalam Matius 28:20, Yesus memberikan janji kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke surga: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Ini menunjukkan bahwa Yesus tidak terbatas oleh ruang dan waktu, karena Dia hadir di mana pun murid-murid-Nya berada. Jika Dia tidak Mahahadir, maka janji-Nya ini akan menjadi janji kosong.
4. Mahakuasa
Yesus menunjukkan kemahakuasaan-Nya melalui banyak mujizat, termasuk membangkitkan orang mati. Salah satu mujizat terbesar yang menunjukkan kuasa-Nya adalah kebangkitan-Nya sendiri. Dalam Yohanes 2:19, Yesus berkata, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Yang dimaksud-Nya adalah tubuh-Nya sendiri.
Lebih lanjut, dalam Yohanes 10:18, Yesus berkata, “Aku berkuasa untuk memberikan nyawa-Ku dan Aku berkuasa untuk mengambilnya kembali.” Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya membangkitkan orang lain yang mati, tetapi Dia juga membangkitkan diri-Nya sendiri, yang membuktikan kemahakuasaan-Nya.
Kesimpulan
Yesus memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah:
- Kekekalan – Dia tidak memiliki awal dan akhir.
- Mahatahu – Dia mengetahui segala sesuatu, termasuk hati manusia.
- Mahahadir – Dia ada di mana saja, menyertai umat-Nya.
- Mahakuasa – Dia memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian.
Dengan demikian, kita dapat yakin bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati. Kiranya pemahaman ini semakin mengokohkan iman kita kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Amin.

