ALLAH DAN PERSPEKTIF PARA PELAYAN
- Allah yang memiliki segalanya, bahkan dalam hal melayani, Allah telah melibatkan kita, bukan membutuhkan kita.
- Berkat Tuhan dan penerimaan orang dalam pelayanan hanyalah bonus, bukan fokus.
- Melayani Tuhan, kesetiaan bukan masalah durasi, melainkan optimalisasi.
- Jerih-lelah dan segala pengorbanan dalam pelayanan adalah sebuah kehormatan, bukan pengorbanan. Jangan terbuai dan bangga atas segala pengorbanan dan hasil pelayanan, sebab Kristus jauh lebih peduli atas gereja-Nya daripada kepedulian kita. Bahkan karunia, jabatan dan pelayanan tidak mendefinisikan siapa kita selain sebagai hamba.
KOMUNITAS DAN PERTUMBUHAN ROHANI DALAM PELAYANAN
- Komunitas merupakan sarana penting dalam proses pertumbuhan spiritualitas, karakter dan perspektif memandang segala sesuatu.
- Pelayanan bersama harus disertai dengan pertumbuhan rohani bersama. Karena itu setiap orang yang memberi diri dalam pelayanan harus memiliki komitmen menghidupi injil dan hidup untuk injil. Hal ini akan terjadi jika pribadi dan komunitas telah dihidupkan terlebih dahulu melalui Injil. Karena itu pertumbuhan spiritual lebih penting daripada aktivitas pelayanan.
KOMUNITAS DAN RELASI PARA PELAYAN
- Semua orang harus menyadari bahwa akar perpecahan bukan terletak di luar (situasi), melainkan di dalam (hati). Dengan demikian perbedaan dan gesekan pasti tidak terelakkan, tetapi perpecahan seharusnya bisa dihindarkan.
- Bahkan jika ada masukan bahkan kritikan dari orang lain, kita harus melihat hal tersebut dari perspektif sarana kasih karunia bagi kita. Sebab setiap orang yang sudah berada di dalam Kristus pasti memiliki kesatuan spiritual yang fundamental: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa (Ef. 4:4-6).
PELAYANAN DAN MANAJEMEN PELAYANAN
- Allah membenci ketidakteraturan.
- Pelayanan harus dilaksanakan secara teratur melalui perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi untuk tercapainya visi dan panggilan gereja. Karena itu diperlukan manajemen pelayanan yang terdiri dari sistem dan program untuk efektifitas dan efisiensi pelayayanan guna penggembangan jemaat.
- Sistem harus berpusat kepada orang, bukan sekadar kegiatan dan kesibukan. Segala peraturan yang terkait dengan pelayanan tidak boleh menggantikan dan bertentangan nilai dan kebenaran Firman Tuhan.

