Harga Sebuah Pemuridan

Alkitab mencatat tentang berbagai motivasi orang ketika mereka mengikut Yesus. Dari beragam motivasi ini kita dapat mengetahui bahwa ternyata tidak semua orang yang mau mengikut Yesus adalah pengikut-Nya yang sejati.

  • Sebagian orang hanya mau melihat atau menikmati mujizat Yesus (Yoh 2:23-25).
  • Sebagian lagi mengikuti Yesus agar kebutuhan fisik mereka terpenuhi (Yoh 6:24-26).
  • Ada seorang yang mau ikut, tetapi masih memusingkan hal-hal lain seperti tempat tinggal, keluarga dan masa lalunya (Mat 8:19-22//Luk 9:57-62).

Semua contoh di atas menunjukkan bahwa tidak semua orang memahami dengan benar arti mengikut Yesus. Alkitab mengajarkan bahwa menjadi pengikut Yesus bukanlah hal yang mudah. Keputusan ini menuntut sebuah harga yang harus dibayar. Menjadi pengikut Yesus berarti kita harus siap kehilangan segala sesuatu yang kita anggap berharga. Kita tidak boleh menempatkan kasih kepada keluarga melebihi kasih kita kepada Kristus (Mat 10:37). Kita bahkan harus siap jika dibenci oleh keluarga (Mat 10:21-22) maupun dunia (Yoh 16:1-2). Yesus sendiri pernah berkata bahwa dalam dunia kita akan mengalami penganiayaan (Yoh 16:33). Penulis surat Ibrani bahkan menceritakan berbagai penderitaan yang dialami para pembaca suratnya pada saat mereka menjadi orang percaya (Ibr 10:32-34). Pendeknya, iblis memang akan memakai berbagai cara untuk membuat orang Kristen menderita dan penderitaan ini bersifat universal, sebagaimana yang dikatakan oleh Petrus “semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama” (1Pet 5:9).

Semua penderitaan karena iman ini justru merupakan kasih karunia Allah (1Pet 2:19). Kita tidak hanya diberi karunia keselamatan tetapi juga karunia untuk menderita bagi Tuhan (Flp 1:29). Apapun penderitaan yang kita alami, hal itu tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang nanti akan kita terima (Rom 8:18). Paulus mengatakan, “penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2Kor 4:17; band. 1Pet 4:13; 5:1).

Penyelidikan Alkitab mandiri

Bacalah Matius 16:21-28 secara teliti sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

  1. Apa yang dimaksud dengan “sejak waktu itu” di ayat 21? Mengapa Yesus perlu menunggu sampai waktu itu untuk memberitahu tentang penderitaan-Nya?
  1. Mengapa Petrus menegur Yesus (ayat 22) padahal sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah (ayat 16)?
  1. Sebutkan beberapa kontras antara respon Yesus terhadap Petrus di ayat 23 dan ayat 17-18?
  1. Apakah maksud “menyangkal diri” di ayat 24 (Rom 14:7-9)? Jelaskan!
  1. Apakah yang dimaksud “memikul salib” di ayat 24 (band. ayat 16; 27:32)? Jelaskan!
  1. Berbeda dengan kata “menyangkal diri” dan “memikul salib”, kata “mengikut Aku” di akhir ayat 24 berbentuk present tense (terus-menerus, akolouqeitw). Mengapa menyangkal diri dan memikul salib tidak terus-menerus, sedangkan mengikuti Yesus harus terus-menerus?
  1. Sebutkan tiga alasan mengapa kita harus siap menyangkal diri, memikul salib dan terus-menerus mengikuti Yesus (ayat 25-27)
  1. Apakah hasil yang diterima oleh mereka yang mau membayar harga pemuridan (ayat 28)?

Penerapan konkrit

Diskusikan pertanyaan berikut ini: jika setelah mengikut Yesus kita justru semakin menderita dan kehilangan segalanya karena iman kita (misalnya kita dikucilkan keluarga, kehilangan pekerjaan, dijauhi orang yang kita kasihi, dianiaya sampai cacat, bahkan dibunuh), apakah kita tetap mau menjadi murid-Nya?

Tugas selama seminggu

Tulislah hal-hal yang “tidak enak” yang kita alami selama seminggu ke depan sebagai resiko kita mengikuti Yesus! 

Rangkuman

  1. Sebagian orang ingin mengikuti Yesus tetapi tidak mengetahui harga yang harus dibayar.
  2. Pemuridan menuntut kesiapan orang Kristen untuk menderita, bahkan mati demi iman mereka.

Ayat emas yang harus dihafalkan

Filipi 1:21 “karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.