“Kita menyembah Allah karena Allah menciptakan kita untuk menyembah-Nya”. Ibadah adalah pusat dari keberadaan kita”. Pernyataan ini selaras dengan ajaran Katekismus Westminster yang dimulai dengan pertanyaan “apakah tujuan akhir manusia?” dan kemudian disusul dengan jawaban “untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya” (band. Mzm 95:6; 100:1-3). Semua berkat rohani diberikan kepada kita dengan tujuan “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia” (Ef 1:6) dan “kita…boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya” (Ef 1:12). Bahkan seluruh ciptaan pun ada untuk menyatakan kemuliaan Allah (Mzm 19:1). Ketika kita ada di surga, satu-satunya hal yang kita lakukan di sana adalah bersekutu dengan Allah di mana kita siang dan malam memuji dan menyembah Dia (Why 19:1-7).
Sayangnya, tidak semua orang Kristen menyadari hal ini. Sebagian dari mereka melakukan ibadah tetapi bukan berpusat pada penyataan kemuliaan Allah, melainkan untuk mendapatkan keuntungan dari ibadah tersebut.
- Beberapa beribadah karena ibadah dapat memberi mereka kebahagiaan dan perasaan damai.
- Beberapa beribadah karena ibadah memberikan rasa pemenuhan diri (sense of self-fulfillment). Kalau mereka tidak beribadah, mereka merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidup mereka.
- Beberapa beribadah karena ibadah dapat menumbuhkan solidaritas. Semboyan yang didengungkan adalah “keluarga yang beribadah bersama akan bertahan bersama”.
- Beberapa beribadah demi mendapatkan kesehatan dan kesuksesan materi.
Kita harus mengakui bahwa ibadah kadangkala memang membawa manfaat untuk hidup di dunia ini dan di dunia yang akan datang (1Tim 4:8). Kita dapat merasakan sukacita dan kedamaian. Kita dapat menumbuhkan solidaritas dalam keluarga atau sesama orang percaya. Bagaimanapun, semua ini sifatnya anthroposentris (berpusat pada manusia). Ibadah yang sejati harus berpusat pada Allah (theosentris).
Penyelidikan Alkitab mandiri
Setiap anggota membaca Ibrani 10:19-25 sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
- Apakah dasar ibadah kita (ayat 19-21)? Jelaskan!
- Bagaimana sikap yang benar dalam ibadah (ayat 22-23)? Sikap seperti apa yang bertentangan dengan hal ini (Mat 15:7-9; Kol 2:23; 1Tim 6:5)?
- Apakah ibadah hanya berkaitan dengan kita dan Allah (hubungan vertikal) saja? Jelaskan (ayat 24-25)!
- Ketika kita tidak bekerja dan merayakan Sabat, hal-hal apa saja yang kita peringati (Kel 20:11; 31:13, 17//Yeh 20:12, 20; Ul 5:14-15)?
- Apakah Sabat juga menyiratkan pengharapan di masa depan (Ibr 4:1-11)? Jelaskan!
- Orang Kristen awal beribadah pada Hari Minggu (Hari Tuhan, Kis 20:7-11; 1Kor 16:2; Why 1:10), bukan pada Hari Sabtu seperti Sabat Yahudi. Mengapa ada perubahan seperti ini (Mat 28:1//Mar 16:2//Luk 24:1//Yoh 20:1)? Bagaimana kebangkitan Yesus menggenapi semua makna Sabat di atas?
- Apakah kita selalu memiliki perasaan yang sama seperti pemazmur di Mazmur 23:6b, 65:4 dan 84:10? Mengapa?
Penerapan konkrit
Diskusi: apakah ada hal-hal tertentu yang boleh menjadi alasan untuk tidak beribadah? Mengapa?
Tugas selama seminggu
Temukan minimal tiga fenomena negatif yang sering muncul dalam kaitan dengan ibadah!
Rangkuman
- Ibadah merupakan tujuan mengapa kita dan semua ciptaan ada.
- Dasar ibadah kita adalah pengorbanan Kristus yang tidak terkira, karena itu kita harus memiliki sikap yang benar dalam ibadah.
- Ibadah memiliki aspek relasi vertikal (dengan Tuhan) dan horizontal (dengan sesama saudara seiman).
- Ibadah bersama merupakan momen untuk memperingati karya dan janji Tuhan bagi kita.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Ibrani 10:25 “janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”.

