Semua orang secara legal (hukum) berdiri di hadapan pengadilan Allah sebagai orang berdosa. Kita dinyatakan berdosa karena keterkaitan kita dengan Adam sebagai wakil kita. Sebagai orang yang berdosa kita pasti menerima hukuman.
Situasi di atas berubah tatkala kita beriman kepada Kristus. Allah meresponi iman kita tersebut dengan mendeklarasikan secara legal bahwa kita adalah orang benar. Roma 3:26 “Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus”. Roma 3:28 “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”. Gal 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”.
Konsep pembenaran ini merupakan salah satu doktrin Alkitab yang sangat penting. Tanpa menyadari perubahan status ini kita akan terus berada dalam ketidakpastian dan ketakutan terhadap hukuman Allah. Martin Luther – tokoh reformasi gereja pada abad ke-16 – sudah berusaha hidup kudus sedemikian rupa tetapi hal itu tidak pernah memberi dia ketenangan rohani. Dia terus takut dengan hukuman Allah sampai akhirnya dia membaca Roma 1:17 dan menyadari bahwa “orang benar akan hidup oleh iman”. Pertobatan ini tetap membuat dia hidup dalam kekudusan, namun sekarang dia melihat kepastian keselamatannya bukan terletak pada usahanya dalam mengejar kekudusan, tetapi pada imannya kepada Kristus.
Jadi, apakah yang dimaksud dengan “pembenaran oleh iman” itu? Wayne Grudem (Systematic Theology, 2nd ed., 723) memberikan definisi sebagai berikut: tindakan Allah secara instan dalam konteks hukum yang di dalamnya Allah (1) menganggap dosa-dosa kita diampuni dan kebenaran Kristus menjadi kebenaran kita; (2) menyatakan kita sebagai orang benar di hadapan-Nya.
Penyelidikan Alkitab mandiri
- Apakah pembenaran yang kita miliki didasarkan pada hidup kita yang kudus (Rom 3:20, 24; 4:6)? Kalau begitu didasarkan pada apa (Rom 3:21-22, 28; Gal 2:16; Flp 3:9)?
- Apakah prinsip pembenaran oleh iman baru ditemukan oleh Paulus atau Martin Luther (Rom 3:21; band. 1:2; 4:1-3)? Kalau begitu, apakah benar pandangan sebagian orang Kristen yang menyatakan bahwa Allah menerapkan pola keselamatan yang berbeda di PL dan PB?
- Apakah prinsip pembenaran melalui iman hanya berlaku untuk orang-orang non-Yahudi? Mengapa (Rom 3:22b-23, 29-30)?
- Mengapa pembenaran dapat kita terima secara cuma-cuma (Rom 3:24b-25a)? Jelaskan!
- Apakah pembenaran secara cuma-cuma berarti mengorbankan keadilan Allah (Rom 3:25b-26)? Jelaskan!
- Kalau pembenaran melalui iman kita terima secara cuma-cuma, bagaimana seharusnya respon kita terhadap hal ini (Rom 3:27-28)?
- Bagaimana iman kita kepada Kristus dapat membuat kita dinyatakan benar padahal dalam kenyataannya kita masih sebagai orang yang sering berbuat salah (2Kor 5:21; Rom 5:17-19)?
- Apakah kebenaran Kristus hanya sekedar menghilangkan status berdosa yang kita dapatkan dari Adam (Rom 5:15-17)? Jelaskan!
- Apakah hasil dari pembenaran melalui iman (Rom 5:1; 8:1, 33-34)? Jelaskan!
- Berdasarkan penggunaan kata “membenarkan” di dalam Alkitab (Ul 25:1; 1Raj 8:32; Ay 27:5), apakah pembenaran mengubah natur internal kita ataukah posisi kita secara legal? Apakah penggunaan kata “diperhitungkan/memperhitungkan” turut memberi dukungan terhadap hal ini (Rom 4:3, 5)?
Penerapan konkrit
Diskusi: Alkitab mengecam para hakim yang membenarkan orang fasik (Kel 23:7; Ams 17:15; Yes 5:23), tetapi Allah sendiri membenarkan orang-orang durhaka (Rom 4:5) dan tidak memperhitungkan kesalahan-kesalahan mereka (2Kor 5:19). Bagaimana tindakan ini dapat menunjukkan keadilan-Nya (Rom 3:25b)?
Tugas selama seminggu
Jelaskan apakah prinsip pembenaran oleh iman (misalnya Roma 4) bertentangan dengan pernyataan Yakobus bahwa “manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman” (Yak 2:24). Catatan: kunci dari jawaban ini terletak pada kronologi hidup Abraham yang disinggung Paulus (Rom 4:10-11) dan Yakobus (Yak 2:21-22) dalam kaitan dengan pembenaran yang diterima Abraham (Kej 15:6) 🡪 bacalah Anthony Hoekema, Diselamatkan Oleh Anugerah, 213-215.
Rangkuman
- Kita dibenarkan di hadapan Allah melalui iman kepada Kristus sebagai kepala perjanjian yang baru, karena dosa-dosa kita diperhitungkan sebagai kesalahan Kristus dan kebenaran Kristus diperhitungkan sebagai kebenaran kita.
- Sebagai orang yang dibenarkan oleh Kristus kita dinyatakan benar, didamaikan dengan Allah dan tidak akan mengalami penghukuman.
- Pembenaran ini hanya berkaitan dengan status legal kita, sekalipun dalam kenyataan kita masih sering berbuat salah.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Roma 3:24 “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus”.

