Sifat kebebasan Allah (independence, self-existent, aseity)
Dari diri Allah sendiri, sifat allah yang independen menunjukkan bahwa pertama, Dia tidak membutuhkan, tidak bergantung, maupun tidak dibatasi oleh apapun di luar diri-Nya (ciptaan). Kedua, Allah tidak membutuhkan apapun dari manusia (Kis 17:24-25), karena Dialah yang memiliki segala sesuatu (Mzm 50:9-12). Dan ketiga, Allah tidak menciptakan malaikat dan manusia untuk mengisi kesendirian-Nya atau menambah kemuliaan-Nya. Sejak kekekalan Bapa dan Anak (juga Roh Kudus) sudah berbagi kemuliaan (Yoh 17:5) dan keintiman yang penuh kasih (Yoh 17:24).
Tatkala Allah berkenan memakai ciptaan untuk memuliakan Dia dan memberi Dia sukacita (Yes 43:7; 62:3-5; Zef 3:17-18), hal itu merupakan kasih karunia Allah bagi kita.