SEJARAH GKA ANUGERAH PROBOLINGGO

I.   Pra Gereja Kristen Abdiel Anugerah Probolinggo.

Pada tahun 1956 di Kota Probolinggo dilakukan  perintisan Pos PI Gereja Kristus Tuhan (GKT) yang dilakukan oleh: Sdr.Koo Twan Thjing (Tua-tua), Pdt. Yang Piek Yong ( Pdt.Baring L.Yang) Sdr. Tan Yu Gie, Sdr. Liem Tek Chen. Pada tanggal 5 Agustus 1956 diadakan kebaktian pertama di rumah Sdr. Wong Fun Kiong (sekarang Jl. Mas Suharto No.4 Probolinggo yang dilayani oleh Penginjil dari Surabaya dan Malang. Tahun 1957-1958 di layani oleh Ev.Wang Chiaw She dari Amerika yang dibantu oleh beberapa orang Mahasiswa dari MAAT (Madrasah Alkitab Asia Tenggara Malang yang sekarang bernama Sekolah Alkitab Asia tenggara (SAAT). Tahun 1959 Kebaktian pindah ke GPIB Jl.Suroyo 32  Probolinggo. Bulan Juli 1960 Ev. Ie Tek Fu ( Santosa Iman) mulai melayani di GKT Probolinggo. Pada bulan Desember 1976 perjalanan GKT Probolinggo mengalami masa pahit. Adanya perselisihan internal yang mengangkibatkan GKT terbagi  menjadi dua yaitu GKT Probolinggo yang sekarang beralamat di Jl Suroyo No.19 dan GKA Anugerah yang sekarang berada di Jl.Dr.Sutomo 92 Probolinggo. Beberapa orang yang mempelopori berdirinya GKA adalah : Ev. Miriam Wong, (Ev.Wong Suk Ling), Ny.Tan Sen Ming, Ny.Markus Liem. (Disarikan  dan diambil secukupnya dari Buku HUT Ke – 40 GKT Probolinggo Tanggal 5 Agustus 1996)

Gereja  sebagai keluarga dalam Tubuh Kristus.  Sekalipun GKT Probolinggo dan GKA Anugerah Probolinggo pernah mengalami masa yang pahit dalam arti organisasi. Namun masing-masing anggota gereja seperti anggota keluarga melalui komunikasi pribadi dalam masyarakat dapat berangsur-angsur mendewasakan dan membangun komunikasi kembali sekalipun beribadah di tempat masing-masing. Demikian juga pemulihan secara organisasi dipulihkan melalui pelayanan mimbar seperti yang pernah dilakukan Majelis GKA Anugerah Probolinggo  30 Oktober 1998. mengundang Pdt. Tjootje Tarumingi,S.Th., Pdt. Joni Pebrianto untuk berkhotbah di Kebaktian Umum. Ev. Megawati melayani di Komisi wanita. Demikian sebaliknya Pdt. Yunedy Renaldo dan Ev. Triyono pernah melayani di Kebaktian umum dan Komisi Pria serta Ev,Tanasia melayani Firman Tuhan pada ulang tahun KW.

Demikian pula pada waktu Ev. Miriam Wong berkunjung ke Probolinggo didampingi oleh Ibu Anna Kwee, Bpk.Liem Kim Liong (Yoyong) , Rudy Harianto, Ev.Triyono mengunjungi GKT Probolinggo yang disambut dengan baik oleh Pdt. Djoni Febrianto dan beberapa jemaat yang hadir seusai kebaktian Minggu.

II.   Masa Perjuangan Gereja Kristen Abdiel Anugerah Probolinggo.

Masa perjuangan awal perintisan.

Pada tahun 1976 atas prakarsa  beberapa orang  membentuk Yayasan Gereja Kristen Protestan Anugerah (GKPA) Probolinggo dengan susunan kepengurusan yaitu: Ketua Bpk.Jerry Alex Beama, Sekretaris Bk. Widodo tanusubroto, Bendahara: Ibu Oei Sioe Eng, Pembantu umum: Ibu Anna Kwee, Ibu Yosianawati, dan Ibu Megamaswati. Dan hamba Tuhan yang melayani yaitu Ev. Miriam Wong.

Pada tanggal 4 Desember 1976 GKPA memulai kegiatan pertama dengan mengadakan persekutuan pemuda. Dan tanggal 5 Desember 1976 dimulai kebaktian Umum pertama dan sekolah Minggu yang meminjam gedung Gereja GPIB Imanuel Jalan Suroyo 32 Probolinggo. Selanjutnya mengadakan kegiatan mingguan setiap hari Kamis mengadakan Persekutuan doa secara bergiliran di rumah Bapak Widodo Tanusubroto, Ibu Anna Kwee ( Bpk. Rahman Wirawan) dan Ibu Oei Sioe Eng ( Bpk. Markus Liem). Disepakati bahwa tanggal 5 Desember 1976 sebagai permulaan dan menjadi tanggal peringatan ulang tahun GKA Anugerah Probolinggo.

III.   Bergabung dengan Sinode Gereja Kristen Abdiel Anugerah.

Di Surabaya telah berdiri sebuah organisasi yaitu Sinode Gereja Kristen Abdiel (GKA) yang beranggotakan GKA Gloria Surabaya, GKA Trinitas surabaya, GKA Zion Denpasar Bali dengan akta Notaris Kho Boen Tian No. 9 Tanggal 5 Oktober 1976. Selanjutnya GKA Anugerah Probolinggo resmi bergabung menjadi anggota Sinode GKA yang kemudian mendaftarkan  ke Dirjen Bimas Kristen Protestan dengan surat keputusan No. E/Ket/133/77 tanggal 9 Februari 1977.

IV.   Masa Perjuangan Fisik tempat Ibadah.

Perjuangan Fisik tempat ibadah Tahun 1976-1978.

Secara badan hukum GKA Anugerah Probolinggo sudah berdiri namun belum memiliki gedung tempat beribadah secara tetap. Maka sejak tanggal 5 Desember 1976 sampai awal bulan Desember 1978 atas kemurahan Tuhan melalui Majelis  GPIB Jl. Suroyo 32 Probolinggo telah meminjamkan gedung gereja untuk beribadah.

Terhitung tanggal 22 Desember 1978 atas kemurahan Tuhan kegiatan ibadah pindah ke Jl. Dr.Sutomo 92. Walaupun  hanya tersedia rumah yang sederhana dan belum ada fasilitas tetapi jemaat dapat beribadah dengan penuh syukur kepada Tuhan karena dapat beridah tanpa harus meminjam gedung gereja lain.

Masa Perjuangan Fisik tahun 1982-1995.

Melalui pergumulan yang panjang maka tanggal 23 Mei 1982 Tuhan mengizinkan GKA Anugerah Probolinggo mengadakan Kebaktian peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja  yang dipimpin oleh Pdt. Tertiusanto sebagai Ketua Sinode GKA. Karena anugerah Tuhan melalui banyak saudara seiman yang membantu dalam doa dan dana maka pembangunan  dapat diselesaikan sehingga tanggal 22 Desember 1982 gedung gereja diresmikan oleh walikota Probolinggo R. Djoewito Moelyodisastro,SH.

Seiring dengan perkembangan pelayanan dengan bertambahnya anggota jemaat dewasa dan anak-anak sehingga majelis memikirkan untuk membuat ruang kelas dan pastori. Sehingga pada bulan September 1988 oleh anugerah Tuhan melakukan kebaktian peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Pdt. Tertusanto,S.Th. Bulan Desember 1988 pembangunan dapat diselesaikan yang diresmikan oleh Pdt. William Liem. Selanjutnya pembangunan tahap ketiga yang dimulai 1 Mei 1995 dimulai  pembangunan pastori lantai dua dan dapat diselesaikan tanggal 26 November 1995 yang diresmikan oleh Pdt. Drs. Boaz  Yahya dari Gereja Methodist Indonesia Medan Sumatera utara.

V.   Penahbisan Pdt. Yunedy Relado.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk pelayanan sakramen maka pada tanggal 22 Februari 2000 diadakan acara penahbisan Pdt. Yunedy Relado. Selanjutnya Pdt.Yunedy pada tahun 2004 pindah pelayanan ke GII Hok Im Tong Bandung.

VI. Sejarah Komisi – Komisi.

1.      Komisi Sekolah Minggu.

Komisi Sekolah Minggu adalah Komisi yang memiliki peran yang besar dalam penginjilan maupun pertumbuhan gereja. Beberapa orang yang aktif mengajar sekolah minggu yaitu Ibu Anna Kwee, Sdri. Djiu siak, Ibu Yosianawati, sdri. Djai Siak dan beberapa orang lainnya (Sumber wawancara dengan Ibu Anna Kwee). Jumlah pelayan guru-guru sekolah minggu yang penuh dedikasi sehingga dipercayakan oleh Tuhan untuk membina-anak yang jumlahnya semakin meningkat.

Melalui Komisi Sekolah Minggu ini yang patut di didoakan dan didukung bukan hanya kerohanian anak-anak. Tetapi dalam perkembangannya Tuhan memberikan ide untuk melayani ibu-ibu atau pengantar anak sekolah minggu dan ternyata diantara mereka ada yang sungguh-sungguh percaya.

2.      Komisi Tunas Remaja.

Tahun 1987 dengan melihat kebutuhan anak-anak sekolah Minggu yang telah menyelesaikan SD  yang seharusnya masuk Komisi Pemuda Remaja, tetapi ternyata mereka tidak siap, sehingga banyak anak-anak setelah sekolah minggu tidak aktif dalam ibadah lagi karena Komisi Pemuda Remaja kurang cocok bagi mereka. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut dibukalah persekutuan Tunas Remaja untuk persiapan masuk persekutuan pemuda remaja.

Komisi Pemuda. Komisi pemuda sebenarnya adalah Komisi pertama yang mengadakan persekutuan yaitu pada hari Sabtu tanggal 4 Desember 1976 bertempat di Gedung Gereja GPIB Jl.Suroyo 32 Probolinggo. Diantaranya  pemuda yang aktif pada waktu itu adalah: Sdr. Rudy Harianto, Fung Giong dan beberapa pemuda lainnya.

Persekutuan Pemuda Senior. Sebagian besar jemaat GKA Anugerah  terdiri dari orang dewasa. Namun jemaat dewasa belum terbina dengan baik. Untuk membina orang dewasa dibentuklah Komisi Pemuda Senior pada tanggal 26 Maret 1994 jam 17.00 WIB. Persekutuan perdananya  di Hotel Victoria. Selanjutnya persekutuan diadakan setiap bulan dua kali pada hari Sabtu jam 17.00 WIB di gedung  GKA Anugerah. Karena kesibukan pengurus dan anggota maka diganti jam 17.30 WIB. Berhubung berbagai kesulitan, terutama waktu bagi pengurus akhirnya pada bulan April 1996 persekutuan pemuda senior ditiadakan.

4.      Komisi Wanita.

Tahun 1984 dibentuk komisi wanita  sebagai wadah pembinaan kaum wanita dan persekutuan diadakan setiap satu bulan dua kali, tetapi persekutuan komisi wanita hanya bertahan satu tahun  . Setelah sekian lama komisi wanita tidak aktif, dirasakan pembinaan kaum wanita sangat penting dan perlunya wadah secara khusus untuk kaum wanita, maka pada tanggal 3 Februari 1993 komisi wanita dibentuk kembali dengan mengadakan persekutuan setiap Rabu setiap satu bulan dua kali, dimulai jam 16.00 WIB. Komisi ini pertama kali diketuai oleh Ibu Anna Kwee. Komisi wanita terus bertumbuh dan dirasakan persekutuan yang sebelumnya hanya diadakan dua kali seminggu perlu ditingkatkan menjadi satu minggu sekali, dimulai pada bulan Februari 1996, dan persekutuan wanita yang sebelumnya dimulai jam 16.00 WIB diubah menjadi setiap Rabu sore dimulai jam 17.00 WIB dengan pertimbangan lebih banyak anggota yang hadir, hanya jika ada kegiatan memasak, persekutuan dimulai jam 16.00 WIB.

5.      Persekutuan Usiawan

Persekutuan usiawan diawali pada tanggal 23 oktober 2003 di rumah Bpk. Rahman Wirawan dengan adanya program persekutuan rumah tangga yang dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama beranggotakan mereka yang masih usia muda. Namun kelompok dua yang diadakan dirumah ibu Anna Kwee kebanyakan dihadiri para usiawan. Maka akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya persekutuan usiawan yang mengadakan persekutuan pertama di Gereja pada hari Jumat Minggu, Januari 2006. selanjutnya persekutuan diadakan setiap hari jumat Minggu ke IV Pengurus pertama Persekutuan usiawan yaitu: Eddy Luminto, Anna Kwee, Lydia, Mai dan Pembimbing Ev.. Triyono.

VII. Sejarah Perintisan Pos PI Kraksaan.

Perintisan ini dimulai melalui Keluarga Bpk. Bambang Purwanto yang dengan tekun di layani oleh beberapa anggota majelis serta aktivis yaitu Ibu Liem Swie Lan, Sdri. Liem Swie Lien serta Pdt.Yunedy Relado dan beberapa orang lainnya.  Oleh karena kemurahan Tuhan maka pada Tanggal 10 Mei 1991 dibuka Pos PI Kraksaan dan kebaktian dilakukan setiap hari jumat Sore pukul 16.00 WIB dengan meminjam rumah Bpk. Bambang Purwanto yang selanjutnya beliau menjadi ketua pengurus Pos PI yang pertama.

Dengan bertambahnya anggota jemaat maka Tuhan menganugerahkan tempat dapat membeli sebidang tanah dan bangunan di sebelah rumah Bpk. Bambang Purwanto yang sampai sekarang ditempati sebagai tempat  ibadah tetap.

Perkembangan Pos PI tidak terlepas dari kehadiran hamba Tuhan yang melayani yaitu dari Probolinggo yaitu Ev. Yunedy Relado dan selanjutnya yang pernah melayani penuh waktu di Pos PI Kraksaan yaitu: Ev. Nita Kusumastuti ,Ev. Agustinus Gea dan Isteri Ev. Martina Zebua, Ev.Sutoko dan isteri Ev. Elinda Suryawati, Ev. Stella Mangerongkonda, Ev. Johnara Purba.

VIII.    Menaungi GKA Agape Surabaya.

Atas prakarsa dari Sinode GKA pada waktu itu yang menjadi ketua adalah Pdt.William Liem dalam rapat Tgl 3 April 2002 memberikan mandat untuk mengadakan kesepakatan bersama dalam mewadahi beberapa orang anggota GKA Trinitas Jl.Kayon yang mendirikan Persekutuan Agape. Disepakati bahwa GKA Anugerah Probolinggo mendapatkan mandate untuk menaungi keberadaan Persekutuan Agape Surabaya. Dalam rapat tersebut Persekutuan Agape juga setuju dan bermufakat untuk bergabung dibawah naungan dan bimbingan GKA Anugerah Probolinggo.

Pada Tgl 23 April 2002 diadakan penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama  tiga pihak yaitu: Pihak pertama Persekutuan Agape , Pihak kedua GKA Anugerah Probolinggo dan pihak ketia Sinode GKA. Pihak pertama  dari Persekutuan Agape diwakili oleh : Teguh Handoyo, Daniel Gunarto, Henry Tong, Cipto Sultano, Timoty Seputra, Soedeson Tandra, Robbyanto Budiono. Sedangkan Pihak kedua dari GKA Anugerah probolinggo diwakili oleh: Eddy Luminto, Pdt Yunedy Relado, Ev.Triyono, Ruddy Harianto. Dan Pihak ketiga dari Sinode GKA diwakili oleh: Pdt William Liem, Timotius Gunawan, Ev.Liem Supianto, Kaleb Setiawan, Sutopo Tedjokusumo, Pdt. Didi Tirtowidjojo.

Salah satu butir isi surat Kesepakatan Bersama menyatakan bahwa GKA Anugerah Probolinggo mempunyai kewajiban-kewajiban dan hak-hak untuk mengajukan permohonan pada Sinode GKA agar persekutuan Agape dapat menjadi gereja anggota yang mandiri di bawah Sinode GKA, bilamana dikemudian hari Persekutuan Agape telah memenuhi syarat sebagaimana yang tertuang dalam tata dasar dan tata laksana Sinode GKA. Demikian juga selama persekutuan Agape dalam naungan GKA Anugerah probolinggo persekutuan Agape disepakati dengan nama “GKA Anugerah Jemaat Agape Surabaya”.

Setelah melalui proses yang panjang atas kemurahan Tuhan Surat Kesepakatan Bersama itu dijalankan maka sampailah pada akhirnya Persekutuan Agape menjadi Gereja yang dewasa dengan Nama GKA Agape yang beralamatkan Jl.Margorejo indah B/103  Surabaya yang digembalakan oleh Pdt. Piet Sakul.

IX.   Peran GKA Anugerah Probolinggo dalam kepengurusan BP Sinode GKA.

Sejak awal berdirinya Sinode GKA dan masuknya menjadi anggota Sinode GKA maka  GKA Anugerah Probolinggo terus aktif ambil bagian didalamnya. Pada Tahun 2004-2006 Bpk Eddy Luminto dan Ev. Triyono terpilih menjadi anggota Badan Pengurus Sinode.

X.   Peran Kerjasama dengan Gereja anggota Sinode GKA

Dalam rangka membangun kemitraan dengan sesama anggota Sinode telah mengadakan kerjasama pelayanan Bakti sosial pelayanan Medis di Pos PI Kraksaan yaitu kerjasama dengan: Dept. Pi ke Pos PI Kraksaan Tgl 25 November 2006, GKA Gloria Galaxy Surabaya, Jemaat Agape Surabaya.

Demikian juga mengadakan Camp Pemuda gabungan antara Komisi pemuda GKA Anugerah Probolinggo dengan Jemaat Agape Surabaya. Melalui Camp ini diharapkan jika mereka kuliah ke Surabaya dapat ditindaklanjuti dalam pelayanan.

XI.   Peran GKA Anugerah Probolinggo dalam pengadian masyarakat.

Sebagai kepedulian terhadap generasi yang akan datang serta dalam rangka membangun jembatan dengan masyarakat maka GKA Anugerah Probolinggo menyelenggarakan kegiatan kegiatan langsung yang berhubungan dengan masyarakat dan kehadirannya sungguh – sungguh sebagai garam dunia yaitu:

1.      Pendidikan sempoa yang diselenggarakan di gereja dengan guru –guru Bpk.Eddy Luminto, Bpk. Hendy Witanto, Pdt. Yunedy Renaldo, Ev.Triyono, Ibu Maria. Dalam perkembanganya tidak hanya dilakukan di gereja tetapi juga dilakukan di TKK Mater Dei sebagai mata pelajaran ekstra kurikuler sampai saat ini (2012).

2.  Demikian juga mengadakan Kursus  Bahasa Mandarin di Gereja yang mengajar adalah Bpk.Eddy Luminto.

3.  Pelayanan di Lembaga pemasyarakatan. Sejak tahun 2000 GKA Anugerah juga memiliki kepedulian kepada umat Kristen penghuni Lembaga Pemasyarakatan Probolinggo berupa Pembinaan rohani dan jasmani.

4. Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dalam hubungannya dengan masyarakat GKA Anugerah mendapat kesempatan untuk mengisi menjadi anggota FKUB tahun 2009 – 20012 dan telah mengutus Ev. Triyono.

XII.   Kerjasama dengan Sekolah Teologia dan lembaga Kristen lainnya.

Perkembangan GKA Anugerah Probolinggo tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Sekolah-sekolah Teologi yang selama ini telah menjadi mitra dalam pengutusan hamba Tuhan praktik dua bulan, satu tahun yaitu: SAAT  Malang, STT Tiranus Bandung, STT IAA Pacet, STT Bandung, ITA Lawang, I3  Batu, STT Salem.