Allah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi, termasuk dosa dan penderitaan. Meski demikian Allah bukan pencipta atau penyebab dosa. Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik. Hal itu terungkap dalam Kejadian 1:31 yang berkata: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.” Alkitab juga menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang kudus yang tidak mungkin mencobai siapapun. Yakobus 1:13 menuliskan: “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”
Jika demikian, pertanyaannya adalah bagaimana dosa berasal? Dosa muncul dari penyalahgunaan kehendak bebas manusia. Dalam Kejadian 2:16-17 menunjukan bahwa Allah membuat larangan terhadap manusia dan konsekuensi dari larangan tersebut adalah mati. Hal ini menunjukan bahwa terjadinya dosa karena manusia tidak mentaati perintah tersebut. Semua keputusan yang diambil oleh Adam adalah secara sadar dan mandiri dari dirinya.
Selain itu, dalam Kejadian 3:6 menjelaskan peristiwa ketertarikan hati Hawa untuk memakan buah yang dilarang Allah untuk dimakan. Alkitab berkata: “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” Ini menunjukan bahwa dosa tersebut berasal dari keinginan dalam hati manusia itu sendiri. Hal ini selaras dengan pernyataan Yakobus 1:14 yang menjelaskan bahwa dosa itu ada karena “tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”
Lalu bagaimana dengan asal mula penderitaan? Penderitaan dalam dunia muncul dari dosa Adam dan Hawa. Dalam Kejadian 3:16-19, Alkitab menjelaskan konsekuensi hukuman pada Adam dan Hawa. Hawa akan mengalami kesakitan bersalin dan ada dalam kekuasaan suaminya. Sedangkan Adam akan bersusah payah dalam bekerja.
Contoh yang paling jelas dalam Alkitab adalah penyaliban Tuhan Yesus. Dia sudah ditetapkan oleh Allah sejak kekekalan untuk menebus dosa-dosa kita (1 Pet 1:20; Kis 4:27-28), tetapi penyaliban terjadi tetap karena keberdosaan orang-orang Yahudi dan Pontius Pilatus. Dalam Kisah Rasul 2:23 Alkitab berkata bahwa “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka”.
Photo by Canva