Apakah Makna “Di Bawah Pemerintahan Pontius Pilatus”?

Dalam Pengakuan Iman Rasuli, kita tidak hanya mengakui bahwa Yesus Kristus menderita sengsara, tetapi juga menambahkan keterangan yang sangat spesifik: “di bawah pemerintahan Pontius Pilatus.” Pontius Pilatus adalah gubernur Romawi yang bertugas mengawasi wilayah Yudea, termasuk Yerusalem, pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius.

Mengapa nama seorang pejabat Romawi perlu dicantumkan dalam pengakuan iman yang diucapkan oleh gereja di seluruh dunia? Ternyata, penyebutan ini mengandung makna teologis dan historis yang sangat penting.

Pertama, frasa ini menegaskan bahwa kebenaran iman Kristen dapat diverifikasi secara historis.

Para penulis Alkitab sering memberikan rujukan yang jelas dan konkret: nama orang, nama tempat, masa pemerintahan, bahkan detail kronologi peristiwa. Jika kita membandingkan Alkitab dengan banyak kitab religius lain yang memiliki tujuan serupa, kita akan menemukan bahwa Alkitab jauh lebih kaya dengan penanda historis.

Hal ini menunjukkan bahwa para penulis Alkitab sangat menekankan historisitas peristiwa-peristiwa yang mereka catat. Mereka ingin pembaca tahu bahwa iman Kristen tidak dibangun di atas mitos atau legenda, tetapi pada peristiwa nyata yang terjadi dalam ruang dan waktu. Rasul-rasul sendiri berulang kali menegaskan, “Kami menyampaikan apa yang kami lihat.”

Kekristenan berdiri atau runtuh di atas fakta sejarah. Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 15 bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita. Artinya, iman Kristen tidak hanya soal keyakinan pribadi atau pengalaman rohani, tetapi juga soal kebenaran peristiwa yang benar-benar terjadi.

Demikian pula, kematian Yesus di bawah pemerintahan Pontius Pilatus adalah peristiwa yang dapat diuji secara historis. Jika peristiwa itu tidak pernah terjadi, maka seluruh bangunan iman Kristen akan runtuh. Inilah yang membedakan kekristenan dari banyak sistem kepercayaan lain yang tidak terlalu bergantung pada verifikasi sejarah.

Kedua, frasa ini menegaskan bahwa kebenaran iman Kristen telah terbukti benar secara historis.

Poin ini melangkah lebih jauh dari sekadar “dapat diverifikasi”. Ia menyatakan bahwa setelah diuji, klaim iman Kristen memang sesuai dengan fakta sejarah. Memang, tidak semua orang setuju bahwa Yesus benar-benar mati disalibkan. Beberapa tradisi agama lain menolak peristiwa itu. Namun, Pengakuan Iman Rasuli dan Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus menderita, disalibkan, dan mati pada zaman Pontius Pilatus.

Bagaimana kita menilai klaim yang saling bertentangan ini? Salah satu cara terbaik adalah dengan melihat sumber-sumber sejarah non-Kristen, yang tidak memiliki kepentingan untuk membela iman Kristen. Menariknya, sejumlah penulis kuno dari berbagai latar belakang—bahkan yang memusuhi kekristenan—mencatat fakta yang sama.

Dari tradisi Romawi, sejarawan seperti Tacitus, Pliny the Younger, dan satiris Lucian menyebutkan bahwa Yesus dieksekusi pada masa Pontius Pilatus. Dari tradisi Yahudi, sejarawan Yosefus dan catatan Talmud Babilonia juga mengakui bahwa Yesus mati di kayu salib. Bahkan dari sumber lain seperti Mara Bar-Serapion, kita menemukan pengakuan bahwa Yesus dihukum mati pada masa pemerintahan Pilatus.

Mereka mungkin berbeda pendapat tentang makna kematian Yesus, tetapi mereka sepakat tentang fakta historisnya. Ini adalah bukti kuat bahwa iman Kristen tidak hanya memiliki dasar rohani, tetapi juga pijakan sejarah yang kokoh.

Kesimpulan

Penyebutan “di bawah pemerintahan Pontius Pilatus” dalam Pengakuan Iman Rasuli bukanlah detail kecil yang bisa diabaikan. Ia adalah penegasan ganda:

  1. Bahwa iman Kristen berakar pada peristiwa sejarah yang dapat diverifikasi.
  2. Bahwa setelah diuji, klaim iman Kristen terbukti benar secara historis.

Setiap kali kita mengucapkannya, kita sedang mengingat bahwa iman kita bukanlah sekadar keyakinan subjektif, tetapi respons terhadap karya Allah yang nyata dalam sejarah. Yesus Kristus benar-benar menderita, disalibkan, dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus—dan dari peristiwa itulah lahir pengharapan yang mengubah dunia.