Pertumbuhan gereja adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan umat Kristen. Namun, menilai sebuah gereja sebagai gereja yang bertumbuh dengan baik bukanlah perkara mudah. Jika seseorang diminta menyebutkan tiga gereja yang mengalami pertumbuhan yang baik, mungkin ia akan dengan cepat memberikan jawaban. Namun, jika ditanya lebih lanjut mengenai karakteristik pertumbuhan gereja tersebut, barulah orang mulai berpikir lebih dalam. Dan ketika ditantang untuk mengevaluasi apakah penilaiannya sudah tepat, tidak sedikit yang mulai ragu.
Hal ini menunjukkan bahwa menentukan kriteria pertumbuhan sebuah gereja bukanlah sesuatu yang sederhana. Apalagi jika berbicara tentang bagaimana menggerakkan gereja untuk bertumbuh dengan baik. Terkadang, pemahaman umum tentang pertumbuhan gereja lebih menitikberatkan pada jumlah jemaat, fasilitas megah, atau program-program besar, padahal Alkitab memberikan kriteria pertumbuhan gereja yang lebih mendasar dan mendalam.
Melalui Efesus 4:13-14, Paulus memberikan perspektif yang jelas mengenai bagaimana pertumbuhan gereja yang sehat harusnya terjadi. Ia menekankan bahwa pertumbuhan gereja harus bersifat komunal dan berkesinambungan. Komunal, karena mencakup seluruh tubuh Kristus, bukan hanya individu atau kelompok tertentu dalam gereja. Berkesinambungan, karena pertumbuhan gereja tidak boleh berhenti pada titik tertentu, tetapi terus berkembang hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah.
Lalu, apa saja kriteria pertumbuhan gereja yang sehat? Mengapa pertumbuhan rohani sangat diperlukan?
Kriteria Pertumbuhan Gereja (Efesus 4:13)
Alkitab memberikan banyak indikator pertumbuhan gereja, tetapi dalam ayat ini Paulus menyoroti empat kriteria utama:
1. Kesatuan dalam Iman (ayat 13a)
Sering kali, ketika berbicara tentang iman, orang langsung mengasosiasikannya dengan tingkat keyakinan dalam hati. Namun, dalam konteks Efesus 4:13, iman yang dimaksud oleh Paulus lebih mengarah kepada “apa yang diyakini”, bukan hanya seberapa kuat keyakinan seseorang.
Hal ini terlihat dari bagaimana Paulus menyebutkan kesatuan iman dan pengetahuan dalam satu rangkaian frasa: “sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan tentang Anak Allah.” Dalam teks aslinya, terdapat artikel tertentu di depan kata “iman” (tēs pisteōs), yang menunjukkan bahwa Paulus berbicara mengenai doktrin iman yang benar—yaitu iman yang didasarkan pada Injil Yesus Kristus.
Paulus menekankan bahwa kesatuan iman adalah sesuatu yang sudah ada dalam gereja, tetapi juga sesuatu yang harus terus diupayakan. Semua orang percaya sudah dipersatukan dalam satu iman, satu Tuhan, satu baptisan, dan satu pengharapan (Efesus 4:4-6), tetapi pada saat yang sama, kesatuan ini harus terus diperjuangkan melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang Injil.
Dengan demikian, gereja yang bertumbuh bukan hanya bertambah jumlah anggotanya, tetapi semakin mendalam dalam pemahaman dan kesatuan iman yang benar.
2. Kesatuan dalam Pengetahuan tentang Anak Allah (ayat 13b)
Selain kesatuan iman, Paulus juga berbicara mengenai kesatuan dalam pengetahuan tentang Anak Allah. Kata yang digunakan untuk “pengetahuan” dalam ayat ini adalah epignōsis, yang menunjuk pada pengenalan yang mendalam dan bersifat spiritual.
Pengetahuan ini bukan sekadar informasi atau pemahaman intelektual tentang Kristus, tetapi pengenalan yang melibatkan pengalaman pribadi dan pencerahan dari Roh Kudus. Pengetahuan tentang Kristus bukan hanya memahami siapa Dia, tetapi juga bagaimana karya-Nya dalam sejarah keselamatan membawa perubahan bagi hidup orang percaya.
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang semakin mengenal Kristus secara mendalam. Setiap jemaat tidak hanya memiliki pemahaman yang dangkal, tetapi memiliki pengertian yang utuh tentang siapa Kristus dan bagaimana mereka harus hidup sesuai dengan ajaran-Nya.
3. Kedewasaan Penuh (ayat 13c)
Paulus kemudian berbicara tentang kedewasaan penuh sebagai tanda pertumbuhan gereja. Ia menggunakan istilah anēr teleios, yang dapat diterjemahkan sebagai “laki-laki dewasa yang matang.” Ini berarti gereja yang bertumbuh bukan hanya dipenuhi dengan individu-individu yang lebih tua secara fisik, tetapi lebih kepada jemaat yang telah mencapai kedewasaan rohani.
Kedewasaan ini merujuk pada proses menjadi semakin serupa dengan Kristus. Di Roma 8:29, Paulus menjelaskan bahwa tujuan akhir dari hidup orang percaya adalah menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Pertumbuhan gereja harus mengarah pada transformasi karakter jemaat sehingga semakin menyerupai Kristus dalam segala hal.
4. Tingkat Pertumbuhan yang Sesuai dengan Kepenuhan Kristus (ayat 13d)
Paulus menutup kriteria pertumbuhan gereja dengan menyebutkan bahwa gereja harus bertumbuh menuju kepenuhan Kristus. Ini berarti bahwa pertumbuhan gereja bukan hanya diukur dari seberapa banyak anggota yang hadir setiap minggu, tetapi seberapa besar gereja mengalami transformasi dan refleksi dari Kristus sendiri.
Dalam Efesus 1:23, Paulus menyebut gereja sebagai tubuh Kristus yang dipenuhi oleh Kristus sendiri. Ini menegaskan bahwa tujuan akhir dari pertumbuhan gereja adalah berbagi kemenangan dengan Kristus dan hidup dalam kepenuhan-Nya. Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang semakin menampilkan Kristus dalam kehidupan jemaatnya.
Pentingnya Pertumbuhan Rohani (Efesus 4:14)
Setelah menjelaskan kriteria pertumbuhan gereja, Paulus melanjutkan dengan menegaskan mengapa pertumbuhan rohani sangat penting. Dalam ayat 14, ia memperingatkan bahaya ajaran sesat yang dapat menggoyahkan iman jemaat.
Paulus menggambarkan ajaran sesat seperti angin badai yang mengombang-ambingkan perahu di tengah lautan. Ia juga menyebutkan bahwa ajaran sesat sering kali datang dengan kelicikan dan manipulasi (kybeia, panourgia, methodeia). Ini menunjukkan bahwa gereja yang tidak bertumbuh dalam kebenaran akan mudah jatuh ke dalam kesesatan.
Satu-satunya cara untuk melindungi gereja dari ajaran sesat adalah dengan memastikan bahwa jemaat terus bertumbuh dalam iman, pengetahuan, dan kedewasaan rohani. Gereja yang tidak bertumbuh adalah gereja yang rentan terhadap penyesatan. Oleh karena itu, pertumbuhan bukanlah pilihan, tetapi sebuah keharusan.
Kesimpulan
Efesus 4:13-14 memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana gereja yang sehat harus bertumbuh. Pertumbuhan gereja bukan hanya soal jumlah, tetapi lebih kepada:
- Kesatuan iman yang benar, yang didasarkan pada doktrin-doktrin dasar Injil.
- Kesatuan dalam pengetahuan tentang Kristus, yang tidak hanya bersifat intelektual tetapi juga spiritual.
- Kedewasaan rohani, di mana setiap jemaat bertumbuh dalam karakter dan kehidupan yang serupa dengan Kristus.
- Kepenuhan Kristus, di mana gereja semakin mencerminkan kehidupan dan kemenangan Kristus.
Tanpa pertumbuhan rohani yang sehat, gereja akan mudah terguncang oleh ajaran sesat dan tidak dapat menjadi terang bagi dunia. Oleh karena itu, setiap gereja harus terus berupaya untuk bertumbuh sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Allah, sehingga dapat menjadi tubuh Kristus yang kuat dan dewasa di tengah dunia ini.