Kita sering mendengar ungkapan “doa adalah nafas orang Kristen”. Ya! Ungkapan ini sangat tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya doa bagi kita. Walaupun demikian, tidak banyak orang Kristen yang benar-benar paham dan menghidupi ungkapan tersebut. Kita seringkali lupa meluangkan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan. Kita hanya berdoa jika ada masalah. Kalau pun kita berdoa, doa-doa tersebut biasanya hanya dipenuhi dengan daftar panjang hal-hal yang kita inginkan dari Allah.
Alkitab mengajarkan bahwa ibadah bersama pada Hari Sabat tidak meniadakan ibadah setiap hari. Pada jaman dahulu di bait Allah selalu ada ibadah pagi dan petang (Kel 29:38-39; Bil 28:3-8, 23-24; 2Raj 16:15; Yeh 46:13-15). Tradisi ini disebut tamid (“persembahan yang terus-menerus”). Persembahan yang diberikan disertai dengan doa dan puji-pujian. Dari tradisi Alkitab inilah muncul kebiasaan doa setiap hari di kalangan orang-orang Kristen (Oliphant Old, Guides to the Reformed Tradition: Worship, 143).
Dalam Alkitab kita menemukan beberapa tokoh yang memiliki kehidupan doa yang teratur setiap hati: Daniel (Dan 6:11), Daud (Mzm 5:4; 59:17), Bani Korah (Mzm 88:14), Petrus (Kis 10:9), Paulus (2Tes 1:11). Yesus dan para rasul pun berkali-kali memperingatkan tentang pentingnya doa yang terus-menerus (Luk 18:1; Rom 12:12; 1Tes 5:17; 1Tim 5:5). Tidak heran, salah satu ciri khas gereja mula-mula adalah kehidupan doa mereka yang teratur setiap hari (Kis 2:42).
Yang paling menarik adalah waktu kita mengamati kehidupan doa Tuhan Yesus.
- Dia berdoa sesaat setelah dibaptis (Luk 3:21).
- Dia berdoa (dan berpuasa) sebelum memulai semua pelayanan-Nya (Mat 4/Luk 4).
- Dia berdoa semalam-malaman sebelum Ia memilih 12 murid (Luk 6:12-13).
- Dia memiliki kehidupan doa pribadi di sela-sela pelayanan-Nya yang sangat padat dan melelahkan (Mat 14:23; Luk 9:18a, 28; 11:1).
- Dia berdoa ketika pelayanan-Nya banyak ditolak orang (Mat 11:25-26; band. ayat 20-24).
- Dia berdoa ketika akan melakukan mujizat (Yoh 11:41-42), padahal Dia sendiri punya kuasa untuk melakukan hal itu (Luk 7:14-15).
- Dia berdoa untuk murid-Nya yang akan jatuh ke dalam dosa (Luk 22:32).
- Dia berdoa ketika dalam pergumulan yang berat (Mat 26:39//Mar 14:36//Luk 22:42).
Kita sudah mengetahui pentingnya doa bagi kita. Kita sudah melihat begitu banyak teladan dari para pendoa dalam Alkitab. Pertanyaannya, bagaimana cara berdoa yang benar?
Penyelidikan Alkitab mandiri
Setiap anggota membaca Matius 6:5-13 dengan teliti sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Catatan: versi Doa Bapa Kami yang lain dapat dibaca di Lukas 11:1-4.
- Sebutkan dua sikap doa yang ditentang oleh Tuhan Yesus (ayat 5, 7)? Jelaskan!
- Apakah doa sekedar “memberitahu Allah apa yang kita mau/perlu” (ayat 8)? Kalau begitu, apa sebenarnya makna yang terdalam dari doa?
- Apakah Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami sekedar untuk dihafal (ayat 9 secara hurufiah “beginilah bagaimana kamu berdoa”; perbandingan dengan Luk 11:1-4)?
- Jelaskan makna kedekatan (imanensi) dan keagungan (transendensi) Allah yang dinyatakan dalam sapaan kepada Allah di ayat 9! Bagaimana keseimbangan dua konsep ini berpengaruh dalam hidup kita?
- Ketika kita berdoa, manakah yang harus didahulukan: kepentingan Allah atau kebutuhan kita (ayat 9-13)?
- Jelaskan kaitan antar pokok-pokok doa di ayat 9-10!
- Kebutuhan kita yang disebut dalam Doa Bapa Kami hanya makanan harian (ayat 11), pengampunan (ayat 12) dan kelepasan dari godaan iblis (ayat 13a), padahal kita punya banyak kebutuhan lain. Menurut Saudara, mengapa Yesus hanya menyebut tiga hal ini saja? Jelaskan!
- Sebutkan faktor-faktor yang dapat membuat doa kita tidak dijawab (Yes 59:1-2; Mar 14:36; 2Kor 12:8-9; Yak 4:3)?
Penerapan konkrit
Setiap anggota membagikan pengalaman mereka tentang salah satu poin berikut: (1) halangan dalam berdoa; (2) kesalahan dalam berdoa.
Tugas selama seminggu
Buatlah komitmen untuk mendisiplin diri selama seminggu untuk berdoa pribadi minimal 1 (satu) jam. Ini bukan hukum Taurat (legalisme) yang baru, tetapi sekedar alat bantu untuk mendorong kita lebih banyak berdoa. Minggu depan bagikan pengalaman Anda: perbedaan yang ada setelah berdoa secara lebih rutin dan lama? halangan yang ditemui? lainnya?
Rangkuman
- Kehidupan doa setiap hari merupakan hal yang vital bagi orang Kristen dan hal ini secara konsisten diajarkan dalam Alkitab sejak jaman Perjanjian Lama.
- Tidak semua orang berdoa atau tahu cara berdoa yang benar.
- Doa yang benar adalah mengutamakan kepentingan Allah di dunia dan mengekspresikan persandaran total kita kepada Allah, terutama untuk hal-hal yang paling penting dalam hidup ini.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Matius 26:41 “berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”.