Iman Yang Menyelamatkan

Kemampuan seseorang untuk beriman kepada Kristus merupakan anugerah Allah. Kemampuan ini adalah hasil dari proses kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri kita. Dalam pertemuan ini kita akan membahas tentang pentingnya iman dalam konteks keselamatan (dibenarkan oleh Allah) dan konsep yang benar tentang iman.

Iman memegang peranan penting dalam kehidupan orang Kristen. Alkitab mengajarkan bahwa iman adalah bagian integral dari kehidupan Kristen yang mutlak dimiliki. Iman adalah syarat pembenaran (Rom 3:29), keselamatan (Rom 10:10) dan hidup yang kekal (Yoh 3:16; 20:31; 1Yoh 5:13). Iman adalah dasar untuk mengharapkan hal-hal yang belum terlihat dari Allah (Ibr 11:1-35a). Tanpa iman orang tidak mungkin berkenan kepada Allah (Ibr 11:6). Begitu pentingnya iman bagi orang Kristen sampai-sampai sebutan umum untuk orang Kristen adalah “orang-orang percaya” (Kis 2:1, 44; 5:12b; 10:45; 2Kor 6:15; 1Tim 4:12).  

Para teolog biasanya membagi iman menjadi dua kategori, walaupun keduanya tidak dapat dipisahkan. Yang pertama disebut “iman awal” (initial faith), yang kedua disebut “iman yang berkembang” (progressive faith). Iman awal adalah kepercayaan kita kepada Kristus sebagai Juru Selamat yang melaluinya kita diselamatkan (Kis 16:31). Iman yang ini tidak menuntut pemahaman doktrin yang lengkap lebih dahulu baru diselamatkan. Contoh yang paling jelas adalah penyamun di sebelah Yesus pada waktu mereka sama-sama disalib. Walaupun penyamun itu belum memiliki pemahaman yang lengkap seperti murid-murid Yesus, tetapi imannya waktu itu cukup untuk membawa dia pada keselamatan. Yesus berkata kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43).

Iman yang berkembang adalah kelanjutan dari iman awal yang harus kita tumbuhkan terus-menerus (Ibr 12:2). Pertumbuhan ini dapat mencakup dua aspek: (1) kualitas iman yang makin teguh (Kis 16:5; 1Kor 16:13; Ef 4:13), terutama pada saat menderita (Kis 14:22); (2) pembuktian iman melalui perbuatan baik (Yak 2:22, 26; 2Pet 1:5-7).

Dalam pertemuan kali ini, kategori iman yang lebih banyak ditekankan adalah yang pertama (initial faith). Apakah yang menjadi objek iman ini? Mengapa iman memegang peranan penting dalam keselamatan? Apakah iman di sini sama dengan persetujuan intelek?

Penyelidikan Alkitab mandiri

  1. Jika seseorang beriman pada Kristus sesaat sebelum dia meninggal dunia, apakah orang ini akan selamat walaupun dia belum melakukan kebaikan apapun (Luk 23:43)? Mengapa (Rom 1:17; 3:21-22)?
  1. Yesus seperti apa yang harus menjadi objek iman kita? (Yoh 20:31; Rom 10:9; 1Yoh 5:13)? Jika orang mengaku percaya Yesus tetapi Yesus yang dia percayai ternyata adalah “Yesus yang lain” yang diberitakan dalam “injil yang lain”, apakah orang itu dapat diselamatkan (2Kor 11:4; Gal 1:6-9)?
  1. Seandainya ada orang yang percaya kepada Yesus tetapi hanya dalam kapasitas-Nya sebagai pembuat mujizat, apakah orang itu dapat diselamatkan (Yoh 2:23-25)?
  1. Jika orang mengakui Yesus sebagai guru kebenaran yang baik dari Allah, apakah iman seperti ini cukup untuk menyelamatkan dia (Mar 10:17//Luk 18:18; Yoh 3:2-3)?
  1. Bagaimana dengan orang yang percaya kepada Yesus sebagai pemberi berkat semata-mata; apakah iman seperti ini cukup untuk menyelamatkan dia (Yoh 6:24-26, 60, 66)?
  1. Apakah iman melibatkan aspek pengetahuan (Luk 24:45; Kis 8:30-31, 35; 18:28; Rom 10:14, 17)?
  1. Apakah pengetahuan saja sudah cukup (Mat 8:29; Luk 4:41; Rom 1:32; 1Kor 8:1; Yak 2:19)?
  1. Apakah iman melibatkan aspek persetujuan terhadap kebenaran dari suatu ajaran (Mat 27:54//Mar 15:39; Yoh 1:45-49; Yoh 3:33)?
  1. Apakah persetujuan saja sudah cukup (Mar 3:11; 5:7; Luk 8:28; Yoh 3:2; Kis 26:27-28)?
  1. Jadi, iman yang sejati itu harus melibatkan apa (Yoh 1:12; 7:37-38; 15:5)? Dapatkah Saudara meringkaskan pengertian iman yang benar dalam satu kalimat sederhana?

Penerapan konkrit

Renungkanlah dan jawablah pertanyaan berikut ini dengan jujur: jika masalah Ayub terjadi pada kita dan kita tidak mendapat apapun “yang baik” dari Allah (menurut kacamata dunia), apakah kita tetap akan mempercayakan hidup kita kepada Kristus Yesus? Apakah kita tetap puas dengan kehidupan bersama Kristus?

Tugas selama seminggu

Lakukan lima contoh konkrit dari sikap yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan! Contoh konkrit ini harus sesuai dengan keadaan kita masing-masing, misalnya sebagai pelajar, pekerja (pemilik perusahaan, pimpinan maupun karyawan) maupun ibu rumah tangga.

Rangkuman

  1. Iman kepada Kristus adalah instrumen keselamatan yang melaluinya kita menerima pembenaran dari Allah karena Kristus adalah kepala perjanjian yang mewakili kita.
  2. Iman yang benar ditentukan oleh objek iman yang benar, yaitu Yesus sebagai mesias (Kristus), Anak Allah dan Tuhan.
  3. Iman yang benar melibatkan aspek pengetahuan (knowledge), persetujuan (approval/assent) dan persandaran hidup (trust).

Ayat emas yang harus dihafalkan

Roma 10:9-10  “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”