Audio materi
Video
Banyak orang Kristen menganggap bahwa Injil hanya untuk orang-orang yang belum diselamatkan di dalam Kristus. Injil hanyalah jaket keselamatan untuk menyelamatkan diri hukuman Allah. Setelah memiliki keselamatan, jaket itu segera dilupakan dan ditinggalkan.
Ini adalah sebuah kesalahan fatal. Injil bukan hanya jaket keselamatan, tetapi kulit yang selalu melekat di badan. Sama seperti kulit, Injil memberi identitas dan tidak terpisahkan dari diri seseorang. Orang lain dengan mudah akan melihatnya.
Ada pelbagai sebab mengapa banyak orang Kristen tidak lagi berpusat pada Injil Yesus Kristus. Pertama, mereka tidak mengetahui Injil yang benar. Persoalan ini berkaitan dengan isi Injil. Sebagian orang memang menjadi Kristen melalui pemberitaan yang menyimpang. Kabar baik yang diberitakan adalah teologi kemakmuran yang bersifat keduniawian. Yang lain tertarik dengan kekristenan karena hal-hal yang kurang substansial. Parahnya, mereka tetap berhenti di sana, walaupun tiap minggu ke gereja.
Kedua, mereka tidak memahami Injil dengan benar. Mungkin isi Injil yang dipercayai sudah benar – yaitu kematian dan kebangkitan Yesus Kristus – tetapi mereka kurang memahami implikasi Injil. Kesalehan mereka bukan lahir dari perjumpaan pribadi dengan Kristus, melainkan hanya secara tradisi atau kebiasaan. Mereka terlihat sebagai orang yang baik, tetapi tanpa sentuhan Injil.
Ketiga, mereka tidak memahami relevansi Injil. Kalau poin sebelumnya berkaitan dengan implikasi, poin ini dengan relevansi. Sebagian orang memandang Injil sebagai berita yang kuno dan kering. Tidak ada kuasa transformatif. Tidak ada kena-mengena dengan kehidupan nyata setiap hari maupun persoalan-persoalan di dunia. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan untuk menghubungkan Injil dengan segala sesuatu yang mereka pikirkan, rasakan, atau pikirkan.
Signifikansi Injil
Dalam kekristenan ada banyak ajaran yang penting. Semua bermanfaat untuk pertumbuhan rohani. Semakin memahami banyak doktrin secara mendalam, kita semakin mengenal Allah dengan benar.
Bagaimanapun, tidak semua ajaran memiliki signifikansi yang sejajar. Ada yang primer, sekunder, tertier, dan seterusnya. Tidak semua ajaran juga perlu disampaikan kepada semua jemaat sedini mungkin. Beberapa doktrin tidak lagi relevan dengan fase kerohanian tertentu.
Satu-satunya ajaran yang selalu relevan dan perlu disampaikan sejak awal adalah Injil. Bukan hanya sejak awal, Injil juga harus menjadi pemberitaan sentral setiap saat. Paulus merangkum pelayanannya di Korintus dengan kalimat: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1Kor. 15:3-4). Terjemahan LAI:TB “sangat penting” sebenarnya kurang tepat. Kata Yunani di situ berarti “yang paling penting” (prōtos).
Sebelumnya dia juga sudah menegaskan bahwa dia dipanggil terutama bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil (1Kor. 1:17). Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa sakramen baptisan tidak penting. Ini tentang fokus utama dalam semua pelayanan, yaitu Injil. Sakramen tidak akan ada artinya tanpa Injil. Ibadah tidak akan bermakna tanpa karya penebusan Kristus yang menjadi perantara antara kita dengan Bapa. Khotbah tidak akan memiliki kuasa transformatif tanpa Injil diberitakan.
Definisi Injil
Jadi, apakah yang dimaksud dengan Injil? Injil berbicara tentang kematian Kristus yang menyelesaikan persoalan terbesar manusia – yaitu dosa – dan kebangkitan Kristus yang mengalahkan ketakutan terbesar manusia – yaitu kematian. Karya penebusan ini merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah. Kristus mati bagi kita ketika kita masih lemah, berdosa, dan memusuhi Allah (Rm. 5:6-8). Karya penebusan ini menjadi pokok kebenaran bagi kita (Rm. 3:21-24). Kebenaran Kristus diperhitungkan menjadi kebenaran kita!
Di dalam Kristus dan melalui Injil kita mendapatkan begitu banyak hal:
- Kebenaran: kebenaran Kristus menjadi kebenaran kita (Rm. 3:21-24)
- Penerimaan: darah Kristus mendamaikan kita dengan Bapa (Rm. 5:10)
- Pengakuan: kita diangkat sebagai anak-anak Allah (Rm. 8:15-16)
- Penghargaan: kita dibayar dengan harga yang mahal (1Pet. 1:18-19)
- Ketenangan: tidak ada yang bisa merampas kita dari tangan Bapa (Yoh. 10:28-29)
Semua berkat rohani ini seharusnya memengaruhi kehidupan kita dalam banyak hal. Sebagai contoh, kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan berbelas-kasihan ketika menilai orang lain. Kita tidak mencari penerimaan dan pengakuan dari orang lain. Pencitraan dan kemunafikan tidak lagi menjadi opsi gaya hidup bagi kita. Deretan contoh ini masih bisa diperpanjang lebih jauh lagi. Cukuplah untuk mengatakan bahwa penebusan Kristus seyogyanya mengubah seluruh kepribadian kita: pikiran, perasaan, dan kehendak.
STUDI ALKITAB MANDIRI
Bacalah Lukas 19:1-10, setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
- Mengapa Zakheus mau dan suka menjadi seorang kepala pemungut cukai padahal dengan jabatan itu dia pasti dibenci banyak orang (ayat 2)?
- Apa reaksi Zakheus setelah mengetahui bahwa Yesus akan menumpang di rumahnya (ayat 5-6)?
- Sehubungan dengan pertanyaan nomor 1 (ayat 2), seberapa besarkah pertobatan Zakheus (ayat 8)?
- Inti dari kisah ini sebenarnya siapa mencari siapa (ayat 3-4, 10)?
AYAT HAFALAN
Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya! (Yes. 25:9)
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa saja yang seringkali menghalangi Anda untuk bersukacita?
- Bagaimana perintah untuk bersukacita senantiasa (Flp. 4:4) dapat kita hidupi?
- Apa saja yang Anda biasa lakukan untuk merayakan karya penebusan Kristus?
PROYEK ROHANI
Hafalkan 5 ayat Alkitab yang berkaitan dengan kematian dan/atau kebangkitan Kristus.
Sumber: MODUL DISCIPLESHIP GROUP REFORMED EXODUS COMMUNITY