Suara
Dalam definisi tentang gaya hidup yang berpusat pada Injil berarti menempatkan Injil bukan hanya menjadi perspektif saja, tetapi sekaligus sebagai dorongan. Sesuatu yang menggerakkan. Alasan di balik suatu tindakan.
Poin di atas perlu diperhatikan, karena sikap yang baik saja tidaklah cukup. Motivasi di baliknya juga perlu diuji. Apa yang mendorong suatu tindakan sama pentingnya dengan tindakan tersebut. Jika salah satu salah, keduanya menjadi salah. Itulah kebajikan versi Kristen.
Tidak sulit untuk mengiyakan kebenaran ini. Seseorang kadangkala membungkus maksudnya yang tidak baik dengan sebuah perbuatan yang tampaknya baik. Sebagai contoh, orang-orang Farisi menunjukkan kesalehan (memberi sedekah, berdoa dan berpuasa) di depan orang supaya mendapatkan pujian (Mat. 6:1-18). Simon, mantan penyihir di Samaria, terlihat begitu antusias dengan karunia rohani, bahkan dia berani membayar untuk itu. Dalam kenyataannya, antusiasme itu lahir dari hati yang pahit dan jahat (Kis. 8:18-23).
Rasul Paulus tidak seperti dua contoh di atas. Kehidupan dan pelayanannya digerakkan oleh Injil.
Pertama, dia rela tidak mendapatkan haknya. Bagi Paulus, memberikan Injil tanpa upah sudah merupakan upah tersendiri (1Kor. 9:18). Secara logis maupun teologis dia berhak mendapatkan upah (1Kor. 9:3-14). Namun, dia sengaja tidak mau menggunakan hak tersebut demi kemajuan Injil (1Kor. 9:15-17).
Yang pernah mengalami perampasan hak pasti mengerti betapa sulitnya menerima keadaan itu. Kita mungkin bisa tidak mengingingi hak orang lain, tetapi kehilangan hak sendiri adalah binatang buas yang berbeda. Mudah untuk tidak mengharapkan apa yang memang belum ada di tangan, tetapi melepaskan apa yang ada di tangan sangatlah sukar. Hanya kekuatan Injil yang mampu merenggangkan kepalan tangan dan menyerahkan apa yang sudah ada dalam genggaman.
Kedua, dia rela menanggung penderitaan. Pelayanan Paulus sarat dengan bahaya dan siksaan (2Kor. 11:23-28). Entah berapa kali dia sudah dipenjarakan. Walaupun demikian, dia tidak mengeluh. Selama penderitaan itu membawa kemajuan bagi Injil, dia mau menanggungnya, bahkan bersukacita atasnya (Flp. 1:12-14). Dia mau bersabar dalam penderitaan demi orang-orang pilihan yang harus mendengarkan Injil dan diselamatkan (2Tim. 2:10).
Perkembangan teknologi dan perubahan semangat zaman telah menghadirkan generasi baru yang tidak tangguh. Bukan karena mereka lemah, tetapi kurang diasah. Orang ingin semua yang instan dan nyaman. Penderitaan menjadi momok yang menakutkan dan perlu dijauhkan. Hasilnya adalah orang-orang yang tidak mau dan tidak mampu bertahan dalam penderitaan. Injil mengingatkan bahwa semua penderitaan sudah dirasakan dan dikalahkan oleh Tuhan.
Ketiga, dia bekerja keras dalam pelayanan. Paulus begitu terbiasa dengan memeras keringat dan mencucurkan air mata dalam pelayanan (Kis. 20:19, 31, 34-35). Dia menyediakan tunjangan hidupnya sendiri dengan membuat tenda (2Tes. 3:7-8; Kis. 18:3). Tanpa bermaksud untuk menyombongkan diri dia berani berkata: “Aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua, tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (1Kor. 15:10).
Bagi banyak orang pelayanan hanyalah rutinitas yang membosankan. Ingin dilepaskan takut mendapat hukuman. Tidak dilepaskan koq menjadi beban. Akibatnya pelayanan hanya dilakukan secara sembarangan. Yang penting berjalan. Injil menyediakan dorongan yang sukar untuk ditahan. Allah saja mau mengejar dan membayar kita. Apapun Dia terjang untuk mendapatkan kita. Seseorang yang benar-benar memahami bahwa Tuhan sudah mati bagi dia pasti akan melayani Tuhan secara mati-matian.
STUDI ALKITAB MANDIRI
Bacalah 2 Korintus 5:18-21, lalu jawablah pertanyaan-pertanyan berikut ini!
- Ide atau kata apa yang muncul paling dominan dalam bagian ini?
- Apa yang menjadi landasan pelayanan Paulus (ayat 18-19)?
- Apa yang menjadi inti pemberitaan Paulus (ayat 20)?
- Apakah arti pendamaian itu (ayat 21)?
AYAT HAFALAN
“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. 20:24)
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Jelaskan apa yang selama ini Anda lakukan demi kemajuan Injil!
- Apakah pengalaman terberat Anda pada saat memberitakan Injil?
- Mengapa banyak orang sukar membayar harga dalam pelayanan?
PROYEK ROHANI
Ambillah waktu untuk bergabung dengan yayasan misi atau proyek misi tertentu selama beberapa saat. Apa kebutuhan terbesar yang mereka temukan di lapangan? Bagaimana gaya hidup yang berpusat pada Injil bisa menjadi solusinya?