KEMBALI PADA INJIL: KRISTUS YANG BERHARGA

https://gkaanugerah.org/wp-content/uploads/2023/05/hEjg9mrXXorsQZfaKVmUskkNYJA4zmJpswFEw7K0.mp3

Gaya hidup yang berpusat pada Injil berarti merayakan keberhargaan Kristus dan penebusan-Nya bagi kita dengan cara menjadikan Injil sebagai perspektif, dorongan, dan kekuatan dalam melakukan apapun. Bab ini akan menyoroti poin kedua dalam definisi tadi, yaitu keberhargaan Kristus.

Bayangkan seandainya kita berada di halaman bait Allah pada masa dahulu. Di depan kita ada puluhan pedagang domba untuk kurban penghapus dosa. Di situ ada satu anak domba yang sempurna. Jika anak domba ini dikurbankan, seluruh dosa kita – dosa masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang – akan disucikan seluruhnya dan selamanya. Berapa banyak uang yang kita rela bayarkan untuk mendapatkannya?

Alkitab berkali-kali mengungkapkan tentang keberhargaan Kristus. Dia lebih berharga daripada segala pekerjaan kita. Ketika murid-murid dipanggil untuk mengikuti Dia dan menjadi penjala manusia, mereka langsung meninggalkan segala sesuatu dan bergegas mengikuti Dia (Mat. 4:18-22; Lk. 5:11, 28). Dalam konteks masa itu, sangat sulit untuk mengikuti ke mana saja Yesus pergi kalau masih terikat dengan pekerjaan tertentu. Pilihan harus dibuat. Murid-murid telah mengambil keputusan yang tepat.

Kristus juga lebih berharga daripada semua harta. Yesus menggambarkan kerajaan surga seperti harta terpendam atau mutiara yang indah (Mat. 13:44-46). Ketika seseorang menemukannya, dia rela menjual seluruh miliknya demi mendapatkan harta dan mutiara tersebut. Murid-murid juga rela meninggalkan sesuatu untuk mengikuti Yesus (Mat. 19:27//Mrk. 10:28). Jemaat mula-mula tetap bersukacita walaupun mereka dihina dan disiksa, bahkan harta mereka dirampas (Ibr. 10:33-34).

Kristus juga lebih berharga daripada keluarga kita. Bagi banyak orang pada abad ke-1 Masehi, mengikut Yesus bisa berarti perpisahan (bahkan permusuhan) dengan keluarga. Mereka harus siap untuk dimusuhi dan dianiaya oleh anggota keluarganya sendiri (Mat. 10:34-36). Itulah sebabnya Yesus dengan tegas memeringatkan orang-orang yang ingin mengikuti-Nya,: “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat. 10:37).

Kristus bahkan lebih berharga daripada nyawa kita sendiri. Tidak seperti juru kampanye pemilu yang mengumbar janji-janji manis, Yesus dari awal memilih untuk jujur. Ada tantangan berat dan harga yang dibayar jika ingin mengikuti Dia. Setiap pengikut Kristus harus rela menyangkal diri, memikul salib dan terus-menerus mengikuti Yesus (Mat. 16:24). Memikul salib di sini jelas bukan sekadar menderita, tetapi menderita sampai mati sekalipun (Mat. 16:21, 25-26). Entah berapa ribu orang Kristen di abad ke-1 Masehi yang sudah kehilangan nyawa demi pengiringan mereka kepada Kristus. Stefanus ada di deretan pertama di daftar panjang tersebut (Kis. 7:54-60).

Semua harga mahal ini masih sangat relevan bagi orang-orang Kristen yang tinggal di daerah-daerah tertentu. Berbagai laporan misi di banyak negara menunjukkan bahwa ancaman, tekanan, siksaan, bahkan kematian bukanlah hal yang jauh bagi orang-orang Kristen. Mereka benar-benar diperhadapkan pada pilihan yang sukar. Puji Tuhan! Banyak di antara mereka yang menyadari dan mengalami keberhargaan Kristus bagi mereka. Mereka mau membayar harga demi pengiringan kepada Kristus.

STUDI ALKITAB MANDIRI

Bacalah 2 Korintus 4:7-12, setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!    

  1. Apa yang disimbolkan oleh tanah liat dalam frasa “harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat” (ayat 7)?
  2. Apa yang menjadi penghiburan dalam penderitaan di ayat 8-9?
  3. Penghiburan apa lagi yang dijelaskan di ayat 10-11?
  4. Apa penghiburan terakhir di ayat 12?

AYAT HAFALAN

 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. (2Kor. 4:17)             

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI    

  1. Harga mahal apa yang pernah Anda bayar demi pengiringan terhadap Yesus?
  2. Jika Anda harus kehilangan sesuatu demi Kristus, kehilangan apakah yang mungkin menjadi paling berat untuk Anda?
  3. Mengapa banyak orang sekarang tidak mau atau tidak mampu menderita bagi Kristus?

 PROYEK ROHANI

Tuliskan minimal 3 harga yang harus Anda bayar demi kebenaran selama seminggu ke depan!

Sumber: MODUL DISCIPLESHIP GROUP REFORMED EXODUS COMMUNITY