Walaupun Alkitab beberapa kali memakai bentuk waktu nanti (future tense) untuk merujuk pada keselamatan final yang akan kita terima kelak (Rom 5:9-10), namun Alkitab juga mengajarkan bahwa keselamatan merupakan berkat rohani yang sudah dimiliki oleh orang percaya. Beberapa teks memakai keterangan waktu kekinian (present tense) ketika membicarakan tentang hidup kekal yang kita miliki (Yoh 3:16, 36; 5:24; 1Yoh 5:13). Di bagian lain, Alkitab memberikan contoh konkrit orang yang sudah diselamatkan pada saat ia beriman kepada Kristus, misalnya Zakheus (Luk 19:9) dan penyamun yang disalib bersama Yesus (Luk 23:43). Tidak heran, kapan pun orang percaya mati, dia pasti akan bersama dengan Tuhan di surga (Flp 1:23).
Jika orang percaya sudah menerima keselamatan, pertanyaan yang biasanya muncul adalah “apakah keselamatan ini bisa hilang?”. Di satu sisi Alkitab mengajarkan bahwa yang diselamatkan adalah mereka yang mampu bertahan sampai kesudahannya (Mat 10:22; 24:13; Mar 13:13). Hal ini menyiratkan bahwa orang yang tidak bertahan sampai akhir tidak akan diselamatkan. Beberapa orang yang termasuk kategori ini adalah Himeneus dan Aleksander (1Tim 1:19-20), Filetus (2Tim 2:17-18), Demas (2Tim 4:10).
Di sisi lain Alkitab menegaskan bahwa orang percaya tidak akan binasa. Yesus berjanji, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yoh 10:28-29). Dari istilah yang dipakai – yaitu “hidup kekal” – kita dapat melihat bahwa kehidupan tersebut bersifat permanen. Jika kita sudah memiliki hidup yang permanen (kekal), apakah mungkin hidup yang seperti ini akhirnya dapat hilang? Bukankah kalau hilang berarti bukan hidup kekal? Ayat di atas juga merupakan janji dari Yesus sendiri. Apakah mungkin Allah berjanji tetapi Dia tidak sanggup menepati?
Penyelidikan Alkitab mandiri
- Alkitab memberikan beberapa contoh orang yang tidak bertahan sampai akhir. Beberapa tidak disebutkan alasannya, tetapi beberapa dijelaskan mengapa mereka seperti itu. Apa saja yang bisa membuat orang tidak bertahan sampai akhir (Mat 7:15-23; 13:20-21; Yoh 6:26-27, 64, 66; 1Yoh 2:19)?
- Apakah orang-orang yang mengaku Kristen dan sangat aktif di pelayanan menjamin bahwa mereka sudah sungguh-sungguh percaya dan memiliki hidup kekal (Mat 7:22-23; Yoh 2:23-25; 1Tim 6:3-10; 2Tim 3:5)? Jelaskan!
- Jika seseorang sudah sungguh-sungguh memiliki iman yang sejati, apakah mungkin dia pada jatuh ke dalam dosa/kesesatan yang serius untuk sementara waktu (2Sam 11-12; Luk 22:56-62; Yak 5:19-20)?
- Apakah mungkin orang di atas terus-menerus dalam keadaan tersesat sampai kehilangan keselamatan (1Yoh 2:9)?
- Bacalah Roma 5:8-10. Bagaimana kaitan antara kasih Allah dan kepastian keselamatan orang percaya?
- Bagaimana hubungan antara kepastian keselamatan dan Roh Kudus yang diberikan kepada kita (Ef 1:13-14; 2Kor 1:22; 5:5)?
- Apakah mereka yang sudah dipilih, ditentukan, dipanggil dan dibenarkan ada kemungkinan tidak dimuliakan (Roma 8:29-30)? Mengapa (Flp 1:6; Rom 14:4b; 2Tim 1:12; 2Pet 1:4-5)?
- Apakah ada orang yang sudah diselamatkan tetapi masih mencintai dan hidup di dalam dosa (1Yoh 3:9; band. Rom 6:1-2, 6, 7, 14)? Mengapa?
- Apakah itu berarti bahwa orang percaya tidak dapat jatuh ke dalam dosa (Yak 3:2; 1Yoh 1:8)? Kalau begitu, apa bedanya dengan poin di atas?
Penerapan konkrit
Diskusikan pertanyaan berikut ini: jika seorang yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus dan menjalani hidup yang berkenan kepada Allah ternyata di akhir hidupnya jatuh ke dalam suatu dosa dan mati tanpa sempat memohon ampun kepada Tuhan atas dosanya tersebut, apakah orang ini akan diselamatkan? Jelaskan!
Tugas selama seminggu
Temukan beberapa fase kritis dalam perjalanan kerohanian kita yang berhasil kita lewati bersama Tuhan dan itu menunjukkan bahwa “sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia” (2Tim 2:13)
Rangkuman
- Orang yang murtad dan binasa sebenarnya adalah orang-orang yang memang belum diselamatkan karena tidak memiliki iman yang sejati.
- Orang yang sudah diselamatkan akan tetap selamat, karena Tuhan yang memastikannya melalui banyak cara, bukan karena kemampuan kita.
- Kepastian keselamatan ini bukan berarti kesempatan untuk hidup dalam dosa, karena orang yang sudah diselamatkan pasti membenci dosa.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Mazmur 37:23-24 “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya”.