Bagi orang Kristen tugas pekabaran injil bukanlah sebuah pilihan. Ini merupakan keharusan. Bukan sebagai beban, tetapi sebuah kehormatan. Mereka yang sudah mengalami kasih Tuhan yang sangat hebat pasti akan membagikan pengalaman itu kepada orang lain. Tidak heran, di hadapan para pemuka Yahudi yang mengancam mereka, Petrus dan Yohanes berani berkata, “sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (Kis 4:20). Paulus juga mengatakan, “sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor 9:16b).
Sayangnya, tidak semua orang Kristen menyadari tanggung-jawab di atas. Kita cenderung tidak mau keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Sebagian besar gereja sekarang sama seperti gereja mula-mula yang terlalu asyik dengan kebangunan rohani di Yerusalem (Kis 2-5) dan lupa terhadap perintah Tuhan untuk menjadi saksi sampai ke seluruh bumi (Kis 1:8), sampai akhirnya Tuhan memakai penganiayaan sebagai sarana untuk menyerakkan mereka ke Yudea-Samaria (Kis 8:1b-4) dan seluruh bumi (Kis 11:19). Kalaupun ada yang memberitakan injil, motivasi di baliknya ternyata tidak tulus, misalnya berkompetisi dengan gereja-gereja lain untuk menambah jumlah jemaat (band. Flp 1:15-17). Sebagian yang berapi-api dalam pekabaran injil ternyata memberitakan “Yesus yang lain” atau “injil yang lain” (2Kor 11:4).
Penyelidikan Alkitab mandiri
Bacalah Matius 28:16-20 sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Sebagai catatan, Matius 28:19-20 dikenal dengan sebutan Amanat Agung.
- Kapankah Yesus memerintahkan murid-murid pergi ke Galilea (ayat 16; band. Mat 26:32; 27:7, 10)? Mengapa Yesus memilih untuk memberikan amanat agung di propinsi Galilea yang waktu itu dianggap propinsi kelas dua (band. Mat 4:12-17, terutama ayat 15)? Apa hubungannya dengan isi Amanat Agung di Matius 28:19-20a?
- Mengapa sebagian murid masih ragu-ragu untuk menyembah Yesus (ayat 17)?
- Mengapa kita tidak boleh ragu-ragu untuk menyembah Yesus (ayat 18)?
- Temukan kesamaan-kesamaan antara Matius 28:18-20 dengan Daniel 7:14 sebagai latar belakang dari ucapan Yesus di ayat ini!
- Apa konsekuensi dari pengakuan kita bahwa segala kuasa (lit. “otoritas”) ada di tangan Yesus dan setiap suku bangsa harus menyembah Dia (ayat 19-20a; perhatikan kata “karena itu” di awal ayat 19)?
- Dari sisi struktur kalimat Yunani yang ada, di antara kata kerja “pergi”, “baptis”, “jadikan murid” dan “ajarkan”, induk kalimat terletak pada kata “jadikan murid”. Dengan demikian tiga tindakan yang lain hanyalah penjelasan bagaimana kita menjadikan seseorang sebagai murid. Jelaskan hubungan tiga tindakan ini dengan tindakan memuridkan!
- Dalam teks asli, tidak ada kata “Ku” pada kata kerja “jadikan…semua murid[Ku?]”. Semua versi Inggris menerjemahkan “jadikan semua bangsa murid”. Murid siapakah yang dimaksud di ayat ini: murid kita atau murid Kristus (1Kor 11:1; band. Mat 28:20a)? Jelaskan!
- Jika demikian, apakah keteladan hidup memegang peranan yang vital dalam keberhasilan pekabaran injil (Mat 5:16; 1Pet 2:12)? Jelaskan dan berikan contoh-contoh konkrit!
- Apakah perintah di atas merupakan tugas yang mudah? Apa yang dijanjikan Tuhan Yesus kepada kita (ayat 20b)?
- Jelaskan perbedaan makna antara “senantiasa” dan “sampai akhir jaman” di ayat 20b!
- Temukan dua petunjuk dalam teks yang membuktikan bahwa Amanat Agung ini tidak mungkin hanya diberikan kepada 11 murid Tuhan Yesus saja!
Penerapan konkrit
Buatlah daftar beberapa nama yang akan dimuridkan. Bagi anggota-anggota lain dapat turut mendoakan usaha tersebut. Ceritakan suka dan duka dalam proses pemuridan yang selama ini telah dilakukan!
Tugas selama seminggu
Bagi yang belum pernah memberitakan injil sama sekali: belajarlah memberitakan injil kepada minimal dua orang yang belum mengenal Tuhan. Catatlah nama orang-orang tersebut, alamat dan nomer telepon yang dapat dihubungi untuk tindak lanjut dan halangan-halangan apa yang mereka miliki sehingga mereka tidak mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Bagi orang yang sudah beberapa kali memberitakan injil: adakanlah pertemuan kecil minimal satu kali dengan para petobat baru. Analisalah apa yang seringkali menjadi penghambat mereka dalam pertumbuhan kerohanian mereka.
Rangkuman
- Pekabaran injil adalah tanggung-jawab setiap orang Kristen.
- Pekabaran injil harus dilakukan dengan kesadaran bahwa setiap suku bangsa harus menyembah Tuhan Yesus yang memiliki segala otoritas.
- Inti dalam pekabaran injil adalah menjadikan orang lain sebagai murid kita sama seperti kita telah menjadi murid Kristus.
Ayat emas yang harus dihafalkan
Matius 28:19-20 “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.