Mengapa Allah tidak memilih semua orang untuk diselamatkan supaya Allah terlihat adil? Untuk menjawab pertanyaan ini secara tuntas dan pasti, kita harus mengakui bahwa kita tidak tahu seluruh jawabannya. Alkitab memberi kita petunjuk dalam Efesus 1:4-8, bahwa Allah mengadakan pemilihan sejak kekekalan berdasarkan hikmat dan pengertian-Nya. Dia pasti memiliki pertimbangan tertentu yang tidak dibukakan-Nya bagi kita. Dalam Roma 11:33-34, Alkitab menyatakan:
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?”
Demikian juga Ayub 42:3-4 menegaskan bahwa manusia tidak dapat memahami sepenuhnya keputusan Allah. Namun, meskipun kita tidak dapat memahami sepenuhnya, Alkitab memberikan beberapa prinsip yang dapat membantu kita memahami mengapa Allah tidak memilih semua orang untuk diselamatkan.
Jawaban Alkitabiah
Ada empat alasan utama mengapa Allah tidak memilih semua orang untuk diselamatkan:
- Makna Pemilihan Harus Tetap Ada
- Jika Allah memilih semua orang, maka konsep “pemilihan” kehilangan maknanya. Pemilihan menyiratkan adanya alternatif. Jika semua orang dipilih, maka sesungguhnya tidak ada “pemilihan” yang terjadi.
- Keselamatan Adalah Anugerah, Bukan Hak
- 2 Timotius 1:9 menegaskan bahwa Allah memilih kita bukan karena perbuatan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Jika keselamatan adalah hak kita, maka kita bisa menuduh Allah tidak adil jika Ia tidak memberikannya kepada semua orang. Tetapi karena keselamatan adalah anugerah, maka Allah memiliki hak penuh untuk memberikannya kepada siapa yang Ia kehendaki.
- Hukuman bagi Orang Berdosa adalah Adil
- Dalam Roma 9:22-23, Rasul Paulus menjelaskan bahwa Allah bersabar atas mereka yang akan binasa, tetapi pada akhirnya tetap menghukum dosa dengan adil. Allah memberikan waktu dan kesempatan bagi banyak orang untuk bertobat, namun mereka tetap menolak Injil. Ketika Allah menghukum orang yang tetap tidak percaya kepada Yesus Kristus, itu adalah keadilan.
- Keadilan Tidak Identik dengan Kesamarataan
- Alkitab dan filsafat menunjukkan bahwa keadilan tidak berarti semua orang mendapatkan hal yang sama. Dalam Roma 9:18-20, Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah berhak memberikan belas kasihan kepada siapa yang Ia kehendaki. Aristoteles juga mengajarkan bahwa keadilan bukanlah kesamarataan, tetapi pemberian sesuai dengan hak masing-masing. Karena orang berdosa memang berhak untuk dihukum, maka Allah tidak melakukan ketidakadilan ketika hanya memilih sebagian untuk diselamatkan.
Kesimpulan
Dengan memahami alasan-alasan ini, kita dapat melihat bahwa doktrin pemilihan bukanlah sesuatu yang tidak adil, tetapi justru menekankan kemurahan Allah bagi mereka yang diselamatkan. Jika kita melihat dari sudut pandang yang benar, seharusnya semua manusia yang berdosa menuju kebinasaan, tetapi Allah dalam kasih-Nya menyelamatkan sebagian dari mereka. Oleh karena itu, kita yang telah dipilih dan diselamatkan harus bersyukur atas anugerah yang luar biasa ini.
Semoga penjelasan ini membantu kita melihat bahwa pemilihan bukanlah doktrin yang menakutkan, melainkan doktrin yang menghibur dan benar, yang mengajarkan bahwa keselamatan kita sepenuhnya karena anugerah Tuhan.