Mengenal sifat-sifat Allah yang kekal, sempurna, kudus dan mulia akan memberi beberapa manfaat dalam penyembahan kita kepada Allah. Pertama, Alkitab mengajarkan bahwa mengenal sifat-sifat Allah akan menolong kita dalam hal memuji Dia dengan penuh kekaguman. Dengan mengagumi sifat-sifat Allah, maka kita dapat memuji dan memuliakan Dia. Dalam Mazmurnya, Daud mengagungkan Allah dengan berkata: “Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga” (Mazmur 145:2-3). Mazmur 147:5 juga memuji Tuhan dengan mengatakan: “Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.” Dan dalam Roma 11:33-35 Paulus mengagungkan sifat-sifat dengan berkata: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?”
Kedua, dengan mengenal Allah, kira dapat menempatkan dan memperlakukan Allah dengan benar. Mengenal sifat-sifat Allah yang mulia akan menuntun manusia untuk dapat memperlakukan penciptanya sesuai kehendak-Nya. Alkitab mencatat dalam Hosea 4:6-7 yang berkata: “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah . . .” Hal menunjukan bahwa ada konsekuensi yang sangat serius jika manusia tidak mengetahui dan memenuhi kehendak Allah dengan benar. Segala sesuatu yang tidak disukai Allah tidak akan berkenan dihadapan-Nya. Memperlakukan Allah dengan tidak sepatutnya akan membawa hukuman serius. Allah berfirman dalam Zefanya 1:2 tentang hukuman bagi orang yang tidak melakukan kehendak Tuhan: “Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN.”
Ketiga, manfaat mengenal sifat-sifat Allah supaya manusia dapat meneladani sifat dan perbuatan Allah. 1 Petrus 1:16 menuntut orang percaya hidup kudus karena Allah adalah kudus dengan mengutip Imamat 19:2 yang mengatakan: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Dalam Matius 5:48, Tuhan Yesus berkata: “ . . .haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Yohanes menuliskan dalam 1 Yohanes 4:7-8 bahwa Allah itu adalah kasih sehingga semua orang yang mengenal Allah, yang berasal dari Allah, orang itu juga wajib mengasihi sesama seperti Allah mengasihi. Dengan meneladani sifat Allah, maka setiap orang yang melihat kesaksian hidup kita akan memuliakan Tuhan. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 5:16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”