Salah satu kesalahan besar yang umum terjadi di kalangan orang Kristen adalah pemikiran bahwa tujuan kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan hanyalah keselamatan (hidup kekal). Akibat dari kesalahan ini, kita menemukan banyak orang Kristen yang egois. Mereka hanya mengikut Tuhan supaya mendapat sesuatu yang menyenangkan mereka; dalam hal ini adalah keselamatan.
Keselamatan sebenarnya bukanlah tujuan utama mengapa Allah memanggil kita oleh anugerah-Nya. Jika keselamatan adalah tujuan akhir, maka kita pasti akan langsung dibawa ke surga ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus. Bukankah pada saat beriman kepada Dia kita langsung mendapat keselamatan? Mengapa Allah tidak langsung mematikan kita dan membawa kita bersama Dia di surga? Jawabannya adalah “jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Flp 1:22). Sama seperti Yesus, kita seharusnya berkata, “makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34).
Banyak hal yang dapat kita lakukan bagi Allah. Pekerjaan begitu banyak, tetapi pekerja sedikit (Mat 9:37//Luk 10:2). Allah mau mencari orang yang mau pergi untuk Dia (Yes 6:8). Kalau kita bekerja giat untuk Tuhan maka jerih-payah kita tidak akan sia-sia (1Kor 15:58). Kita merindukan momen ketika kita bisa berkata “sudah selesai” (Yoh 19:30) atas semua tugas yang Allah berikan atau momen ketika kita bebas dari semua jerih lelah kita dan perbuatan kita menyertai kita (Why 14:13).
Penyelidikan Alkitab mandiri
Bacalah Matius 25:14-30 dengan teliti. Setelah itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Catatan: talenta adalah jenis mata uang yang paling tinggi waktu itu, yang nilainya sama dengan 6000 dinar (sebagai perbandingan, upah pekerja kasar per hari adalah 1 dinar).
- Siapakah yang dimaksud dengan “seorang yang mau bepergian ke luar negeri” dalam perumpamaan ini (ayat 14)? Jelaskan!
- Setelah harta itu diserahkan kepada hamba-hambanya, milik siapakah harta itu (ayat 14b, 18b, 25)? Berikan aplikasi konkrit dari kebenaran ini dalam pelayanan kita!
- Apakah ada satu hamba yang tidak mendapat talenta sama sekali (ayat 15; band. 1Kor 12:7)?
- Apakah setiap hamba mendapat jumlah talenta yang sama (ayat 15a)? Mengapa (ayat 15b; band. Rom 12:3, 6)?
- Apakah jumlah talenta yang dihasilkan oleh hamba ke-1 dan ke-2 sama (ayat 20-23)? Apakah hadiah yang mereka terima dari tuannya sama? Sebutkan apa saja yang menjadi hadiah mereka!
- Mengapa hamba yang terakhir tidak mau mengembangkan talentanya (ayat 24-25)? Apakah Saudara pernah mengalami atau melihat orang dengan konsep seperti ini?
- Apakah hamba ini mengorupsi talenta yang diberikan (ayat 25)? Mengapa dia tetap disalahkan?
- Bagaimana jawaban tuannya terhadap dia (ayat 26-27)?
- Apa saja yang dilakukan tuannya kepada dia (ayat 28-30)?
Penerapan konkrit
Anggota yang sudah terlibat dalam pelayanan membagikan kesaksian bagaimana mereka bisa terbeban dengan pelayanan tersebut, momen-momen pelayanan yang berkesan dan bagaimana pelayanan itu telah memberkati orang lain.
Tugas selama seminggu
Setiap anggota mengisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui talenta pelayanan mereka. Formulir diserahkan kembali minggu depan.
Rangkuman
- Tujuan kita percaya kepada Yesus bukan sekedar keselamatan, tetapi pelayanan untuk kepentingan Tuhan.
- Setiap kita pasti diberi talenta tertentu, walaupun jumlah dan kualitasnya mungkin berbeda.
- Kita harus memakai talenta apapun yang Tuhan berikan untuk melayani Dia.
Ayat emas yang harus dihafalkan
1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah”