Pertumbuhan Rohani

Seorang teolog pernah mengatakan bahwa kehidupan kerohanian orang Kristen itu ibarat orang mengendarai sepeda. Kita harus terus mengayuh supaya sepeda itu bisa tetap melaju. Ketika kita berhenti mengayuh, maka sepeda kita bukan hanya tidak melaju, tetapi kita sendiri akan terjatuh.

Ilustrasi di atas merupakan gambaran yang sangat tepat. Alkitab mengajarkan bahwa kehidupan kerohanian kita itu ibarat pertandingan (1Kor 9:25-26; 1Tim 6:12; 2Tim 4:7) atau pertempuran (Ef 6:11-12; 1Pet 5:8). Tidak ada waktu santai bagi kita. Sekali kita santai, kita akan kalah.

Kita tidak boleh puas sampai pada tahap iman saja. Sebaliknya, kita harus “dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,  dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang” (2Pet 1:5-7). Paulus menasihatkan kita agar “tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh” (Flp 3:16). Seluruh orang percaya harus terus bertumbuh menuju pada Kristus sebagai Kepala (Ef 4:15). Pertanyaam penting bagi kita, apa saja yang kita perlukan supaya dapat bertumbuh? Sikap seperti apa yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan rohani?

Penyelidikan Alkitab mandiri

Bacalah Filipi 3:1b-14 secara cepat. Dalam teks ini Paulus mengajarkan tentang pentingnya terus-menerus mengenal Kristus. Setelah membaca secara cepat, bacalah teks ini lagi secara seksama sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  1. Siapakah yang dimaksud Paulus di ayat 2? Apakah kesalahan mereka yang terutama (ayat 3-4)? Jelaskan!
  1. Apa saja kelebihan Paulus dahulu secara lahiriah yang akhirnya dia anggap sebagai kerugian (ayat 5-7), padahal semua itu justru dicari oleh orang-orang dunia?
  1. Mengapa dia menganggap semua itu sebagai kerugian (ayat 8-9)? Jelaskan!
  1. Apakah tujuan hidup Paulus sekarang (ayat 10-11)? Jelaskan! 
  1. Sikap seperti apa yang perlu kita miliki supaya dapat bertumbuh (ayat 12a, 13a)?
  1. Paulus memakai kata “mengejar” (ayat 12) dalam konteks perlombaan atletik (ayat 13-14) untuk menggambarkan usaha kita dalam mengenal Kristus. Usaha seperti apakah yang disiratkan dalam pemilihan kata ini (band. 2Pet 1:5)?
  1. Bagaimanakah cara yang baik dalam mengejar pengenalan terhadap Kristus (ayat 13b-14)? Berikan contoh-contoh konkrit!
  1. Apa saja bagian dari masa lalu kita – baik yang indah maupun buruk – yang selama ini seringkali mengganggu pertumbuhan kerohanian kita?

Penerapan konkrit

Ceritakan bagaimana pertobatan Anda yang telah memberi tujuan hidup yang baru bagi Anda: apa yang dulu dianggap paling penting dalam hidup tetapi sekarang telah berubah? apakah ada nilai-nilai dan prioritas-prioritas yang juga mengalami perubahan? 

Tugas selama seminggu

Berilah tanda cek (√) pada aspek kehidupan yang Saudara anggap telah mengalami kemajuan selama seminggu ke depan. Jika ada yang belum dicantumkan, silahkan menambah sendiri di bawah daftar yang ada.

……penggunaan uang

……keaktifan dalam pelayanan

……perhatian terhadap keluarga

……penguasaan lidah

……semangat dalam studi/bekerja

……kekudusan pikiran

……pengampunan

……kejujuran

……kemauan mengalah

……pengendalian diri/emosi

……kerajinan dalam ibadah

……kerendahhatian

……disiplin saat teduh

……keramahan

……penggunaan waktu

……pergaulan

……________________________

……________________________

……________________________

……________________________

Rangkuman

  1. Kehidupan rohani setiap orang Kristen harus terus bertumbuh semakin serupa dengan Kristus.
  2. Salah satu penghalang adalah cara pandang yang salah terhadap masa lalu (baik yang positif maupun yang negatif).
  3. Kita harus menyadari ketidaksempurnaan kita dan berusaha dengan keras untuk mengejar pengenalan pribadi terhadap Kristus.

Ayat emas yang harus dihafalkan

Filipi 3:10-11 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati”